EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM POLITIK
Napoleon Nilai Kewenangan Kapolri Terlalu Besar  Harus Dibatasi Demi Reformasi Polri

Napoleon Nilai Kewenangan Kapolri Terlalu Besar Harus Dibatasi Demi Reformasi Polri

Napoleon Bonaparte nilai reformasi Polri tak akan berjalan jika kekuasaan Kapolri tetap absolut. Ia dorong agar batasan kewenangan diterapkan demi reformasi yang nyata

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 Oktober 2025
Kategori POLITIK, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO –Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen (Purn) Napoleon Bonaparte, kembali curi perhatian publik lewat pernyataan tajamnya terkait reformasi Polri. Dalam sebuah seminar nasional, Napoleon ibaratkan kewenangan Kapolri saat ini seperti “Dewa Pencabut Nyawa”. Ia menilai, tanpa pembatasan kekuasaan di pucuk pimpinan, upaya reformasi di tubuh kepolisian tidak akan pernah berjalan efektif.

Napoleon tegaskan bahwa reformasi Polri yang tengah digencarkan harus dimulai dari level tertinggi, bukan dari bawah. Menurutnya, sistem hierarki yang terlalu kaku membuat para perwira muda enggan bersuara dan takut berbeda pandangan dengan pimpinan.

“Reformasi polisi ini yang bagus, tapi harus dimulai dari puncak, dari atas. Karena saya yakin, dari bintang tiga ke bawah, semuanya takut sama Kapolri dan tidak mau bertentangan,” ujarnya dalam seminar bertajuk “Ke Arah Mana Reformasi Kepolisian Saat Ini?” di Jakarta, Rabu (8/10/2025),

Dalam pernyataannya yang kemudian ramai dibicarakan, Napoleon menilai kewenangan Kapolri saat ini terlalu absolut. Ia menyebut, jika tidak ada mekanisme kontrol yang jelas, kekuasaan besar di tangan satu orang justru akan menghambat arah reformasi Polri yang sejati.

“Buatlah ketentuan batasi kewenangan Kapolri ini. Jangan lagi seperti dewa pencabut nyawa, seperti yang selama ini kita lakukan,” tegas Napoleon.

Ia ungkapkan, banyak perwira menengah hingga bawah sebenarnya memiliki semangat untuk mendorong perubahan. Namun, mereka terjebak dalam budaya komando yang membuat kritik terhadap atasan dianggap tabu. Akibatnya, inovasi dan pembaruan kebijakan sering kali mandek di tingkat atas.

Berita Menarik Pilihan

Video Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia, Roy Suryo Pastikan Bukan Rekayasa

Logika SP3 ‘Ekspres’ Kasus Ijazah Palsu: Baru Rencana RJ, Besoknya Langsung Terbit

Napoleon menilai, kultur ketakutan ini menjadi salah satu penghalang utama reformasi Polri. Tanpa keberanian dari para pemimpin di puncak struktur, transformasi hanya akan menjadi jargon belaka.

Acara tersebut juga dihadiri Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, selaku Kalemdiklat Polri sekaligus Ketua Tim Transformasi dan Reformasi Polri. Kepada Chryshnanda, Napoleon memberikan dorongan langsung agar tidak ragu melanjutkan agenda reformasi meskipun menghadapi tantangan besar.

“Lanjutkan perjuangan. Gaspol, Pak Chryshnanda, Anda sebentar lagi pensiun sama seperti saya, jadi gaspol Pak, jangan malu-malu kucing. Hajar!” seru Napoleon yang disambut tawa para peserta seminar.

Pernyataan itu menunjukkan komitmennya terhadap perubahan struktural di tubuh kepolisian. Napoleon menilai, figur seperti Chryshnanda yang memahami dinamika internal Polri perlu terus diberi ruang untuk membawa semangat reformasi sejati.

Di sisi lain, Chryshnanda sendiri menegaskan bahwa Tim Transformasi Reformasi Polri akan berfokus pada transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Napoleon juga mengingatkan, tanpa keberanian membatasi kekuasaan dan memperkuat sistem pengawasan internal, reformasi Polri hanya akan menjadi simbolik. Ia menilai, pembenahan harus dimulai dari tata kelola kepemimpinan hingga pola rekrutmen.

Sebagai mantan pejabat tinggi Polri, Napoleon memiliki pengalaman panjang dalam sistem birokrasi kepolisian. Ia pernah memimpin Divisi Hubungan Internasional Polri dan dikenal publik karena keterlibatannya dalam sejumlah kasus besar yang sempat mengguncang institusi tersebut.

Melalui pandangannya, Napoleon seolah mengajak publik untuk menilai ulang keseimbangan kekuasaan di Polri. Baginya, pembatasan kewenangan bukan untuk melemahkan pimpinan, melainkan memastikan sistem berjalan dengan prinsip keadilan dan profesionalisme.

Pandangan tajam Napoleon ini menjadi pengingat bahwa reformasi Polri bukan hanya soal mengganti struktur, tetapi juga mengubah budaya organisasi agar lebih terbuka terhadap kritik dan evaluasi.

Bila wacana pembatasan kekuasaan Kapolri benar-benar diterapkan, hal ini bisa menjadi langkah monumental untuk menciptakan lembaga kepolisian yang lebih transparan dan akuntabel di masa depan. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di:
https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Chryshnanda DwilaksanaKapolrikekuasaan absolutNapoleon Bonaparteperubahan strukturalreformasi Polri
Post Sebelumnya

Sidang Korupsi Pertamina Patra Niaga Ungkap Riva Siahaan Pejabat BUMN Masih Aktif

Post Selanjutnya

DJBC Kepri & TNI AL Cegah 25,9 Ton Pasir Timah Ilegal 5,2 miliar Rupiah di Perairan Pulau Pengibu

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pemerhati Telematika, Multimedia, dan AI independen Roy Suryo memastikan video yang memperlihatkan sosok mirip Eggi Sudjana sedang menyetir mobil mewah di sebuah SPBU Malaysia adalah asli, bukan hasil rekayasa digital atau AI.

Video Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia, Roy Suryo Pastikan Bukan Rekayasa

oleh Hasrul Ekoin
18 Januari 2026
0

“Video berdurasi 45,40 detik dengan frame rate 29,95 fps, resolusi 478 x 850 piksel, format vertikal, dan codec H.264. Ini...

Polda Metro Jaya keluarkan SP3 buat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis terkait kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo

Logika SP3 ‘Ekspres’ Kasus Ijazah Palsu: Baru Rencana RJ, Besoknya Langsung Terbit

oleh Hasrul Ekoin
18 Januari 2026
0

Meski restorative justice diakui sebagai instrumen hukum yang sah, penerapannya yang terkesan selektif dapat menimbulkan persepsi tebang pilih.

Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi (Ist)

KUHP Baru Buka Jalan Kerja Sosial, Lapas Tak Lagi Jadi “Tempat Pembuangan” Terpidana

oleh Iwan Purnama
18 Januari 2026
0

Bekasi, Ekoin.co – Penerapan pidana kerja sosial dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) baru dinilai menjadi angin segar bagi dunia...

Advokat senior sekaligus aktivis Eggi Sudjana

Usai Kasus Ijazah Berakhir SP3, Eggi Sudjana ‘Semprot’ Roy Suryo: Jangan Sok Merasa Jagoan

oleh Hasrul Ekoin
17 Januari 2026
0

"Tidak ada pembahasan soal ijazah di sana. Kata Pak Jokowi, itu tidak penting lagi, yang penting bicara ke depan," kata...

Post Selanjutnya
DJBC Kepri & TNI AL Cegah 25,9 Ton Pasir Timah Ilegal  5,2 miliar Rupiah di Perairan Pulau Pengibu

DJBC Kepri & TNI AL Cegah 25,9 Ton Pasir Timah Ilegal 5,2 miliar Rupiah di Perairan Pulau Pengibu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.