Jakarta, Ekoin.co – Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi siap membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menargetkan lolos ke parlemen di Pemilu 2029.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan arahan politiknya di Rakernas PSI di Makassar akhir pekan lalu. Jokowi menyatakan siap turun hingga ke kecamatan dan desa.
Kesiapan Jokowi besarkan PSI tak main-main. Menurut Pengamat Politik Citra Institute Yusak Farchan Jokowi sedang bekerja membesarkan PSI dengan pola “transfer pemain” atau mengambil politisi-politisi matang. Sebut politisi matang seperti Ahmad Ali, Rusdi Masse, dan Bestari Barus ditarik masuk PSI.
“Pola ini memang cukup efektif, tapi pengaruhnya hanya terbatas pada dapil politisi-politisi tersebut,” kata Yusak kepada Ekoin.co, Minggu (1/2).
Yusak menyampaikan, strategi ‘transfer pemain’ yang dilakukan akan lebih efektif jika diterapkan di daerah lain dengan merekrut elite partai yang memiliki elektoral tinggi.
“Kalau ingin optimal, PSI harus melakukan hal serupa di seluruh dapil,” saran Yusak.
NasDem dan PDIP Masuk, PKB Dirayu
PSI terus mendapat tambahan amunisi dengan masuknya politisi senior partai. Seperti tiga politisi senior NasDem kompak bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka adalah Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse Mappasessu.
Sebelumnya tiga mantan kader PDIP Kota Solo secara resmi bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka adalah Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi dan Wawanto. Ketiganya mantan anggota DPRD Kota Solo.
Bahkan politisi PKB yang dirayu Jokowi adalah Abdul Kadir Karding, mantan Sekjen DPP PKB. Cak Imin bahkan memberi lampu hijau jika Karding bergabung dengan PSI. (*)





