BI: Inflasi Periode Ramadan dan Lebaran Diperkirakan di Atas 3%
Jakarta, Ekoin.co – Inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran 2026 diperkirakan lebih dari 3%. Meski lebih tinggi dari target, tapi Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi terkendali.
Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman membeberkan inflasi yang tinggi tersebut berasal dari efek administered prices akibat diskon listrik tahun lalu diperkirakan masih mendorong inflasi sedikit di atas 3%. Sebagaimana diketahui, infasi pada Januari 2026 mencapai 3,55% year on year (yoy).
“Dampaknya masih terasa sampai Januari, Februari, Maret 2026,” tutur Aida dikutip dari keterangannya, Sabtu (21/2).
Dari sisi pangan, ia melihat pasokan tetap terjaga seiring berlangsungnya musim panen hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Pemantauan harga secara mingguan juga menunjukkan pergerakan yang masih sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia dan diharapkan kondisi ini bertahan hingga Maret 2026.
Diketahui dalam rilisnya pekan lalu, BI mencatat Inflasi IHK pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,92% (yoy).
Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,45% (yoy) sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih dapat memenuhi peningkatan kegiatan ekonomi.
Inflasi kelompok VF juga terjaga rendah sebesar 1,14% (yoy) seiring dengan peningkatan pasokan komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah pada masa panen.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2026 dan 2027 secara tahunan akan menurun sehingga tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%.
Inflasi inti diprakirakan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkau ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali.
Sementara itu, inflasi VF diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). (*)






















Tinggalkan Balasan