IHSG Melesat di Awal Pekan: Tembus Level 8.336 Dipicu Sentimen Global dan Reformasi Pasar

IHSG dibuka menguat tajam pada Senin (23/2) ke level 8.336. Simak analisis sentimen pembatalan tarif resiprokal AS dan lonjakan harga komoditas nikel serta emas.
Layar monitor menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak menguat pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Optimisme pasar dipicu oleh meredanya tensi dagang global dan kenaikan harga komoditas. (Foto: Dok. BEI/Istimewa)

Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (23/2) terpantau menguat dan berada di level 8.336,41 hingga pukul 09:05 WIB.

Indeks mencatatkan kenaikan sekitar 1,40% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 8.271,77.

Menguatnya IHSG pada awal pekan ini karena sejumlah aspek yang memengaruhinya. Sentimen positif datang dari pengaruh global dan dalam negeri.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG mendapat sentimen positif dari keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat, yang membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump.

“Karena ekspektasi adanya keringanan terhadap perusahaan yang selama ini terbebani biaya tarif, sekaligus meredakan kekhawatiran akan inflasi AS,” jelas analis Phintraco.

Selain faktor global, analis Phintraco menilai perkembangan reformasi pasar modal Indonesia juga menjadi katalis tambahan bagi pasar saham. Terutama setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan respons positif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), atas upaya peningkatan free float dan transparansi pasar saham di Indonesia.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran level 8.250-8.380 pada pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8.400 jika mampu ditutup di atas 8.350,” jelas analis Phintraco.

Sementara riset divisi ritel CGS International Sekuritas menilai kenaikan harga sejumlah komoditas inti, berpotensi jadi sentimen pendukung bagi pasar saham Indonesia. Khususnya kenaikan harga timah, nikel, dan emas.

“IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan kisaran support 8.175/8.080 dan resist 8.370/8.465,” jelas CGS International. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini