Don Dasco ‘Turun Tangan’ Usai Gaduh Impor Mobil dari India Rp24,66 Triliun, Berujung Penundaan
Jakarta, Ekoin.co – Gelombang penolakan datang dari pelaku usaha soal rencana Pemerintah mau mengimpor mobil dari India. Rencana impor dinilai tak sejalan dengan hilirisasi Presiden Prabowo.
Gegara gaduh, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turun tangan. Orang kepercayaan Prabowo di Gerindra ini meminta pemerintah menunda rencana impor sebanyak 105.000 unit mobil pikap dari India.
Dia mengatakan, permintaan penundaan tersebut disampaikan karena Presiden Prabowo Subianto saat ini masih berada di luar negeri dan belum membahas secara rinci rencana impor tersebut.
“Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (24/2).
Presiden Prabowo, kata ‘Don Dasco’ panggilan karibnya, nantinya akan membahas secara detail rencana impor tersebut setelah kembali ke Indonesia, termasuk mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kepentingan nasional.
“Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut, dan tentunya juga akan meminta pendapat serta mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri,” ujarnya.
Ia menegaskan, penundaan tersebut penting agar pemerintah dapat memastikan kebijakan yang diambil tidak merugikan industri nasional dan tetap mempertimbangkan kemampuan produksi dalam negeri.
“Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” tegas Dasco.
Diketahui, impor 105.000 kendaraan niaga berupa pikap dari India melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menggunakan APBN senilai Rp24,66 triliun.
Pengadaan kendaraan niaga tersebut untuk mendukung transportasi logistik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kabar mengenai langkah impor oleh Agrinas diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), dalam laman perusahaan mereka pada 4 Februari 2026.
Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota kepada media di Tanah Air mengonfirmasi mengimpor 105.000 mobil dari perusahaan India.
Ratusan ribu kendaraan itu terdiri atas 35.000 unit mobil pikap ukuran 4×4 dari M&M, kemudian 35.000 unit pikap 4×4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors. (*)























Tinggalkan Balasan