Bank Indonesia Bagi-Bagi ‘Tiket Emas’ Jadi Bos Digital, Simak Cara Daftarnya

BI perkuat talenta digital nasional melalui PIDI 2026. Simak jadwal pendaftaran Digdaya x Hackathon dan fokus solusi inovasi untuk ekonomi nasional di sini.
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat memberikan sambutan pada peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Program ini menjadi jembatan bagi talenta muda untuk mentransformasi ide inovatif menjadi solusi konkret bagi industri keuangan digital. (Foto: Dok. BI/Istimewa)

Jakarta, Ekoin.co – Indonesia dinilai memiliki potensi besar talenta muda yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital nasional. Untuk memperkuat peran tersebut, Bank Indonesia terus mengembangkan program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai wadah pembinaan talenta digital nasional.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, Asosiasi Fintech Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Uang Virtual Indonesia, serta Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia guna mempercepat pengembangan inovasi di sektor ekonomi dan keuangan digital.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, PIDI dirancang untuk mengakselerasi solusi digital yang siap diterapkan di industri sekaligus memperluas inklusi keuangan dan memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional.

Menurut Perry, transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengubah ide menjadi solusi konkret bagi industri dan masyarakat.

“Melalui PIDI, Bank Indonesia membangun ekosistem agar inovasi talenta muda mampu menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) yang selaras dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. PIDI mempertemukan talenta digital, regulator, pelaku industri, hingga investor dalam satu ekosistem kolaboratif.

Program PIDI diwujudkan melalui dua jalur utama, yakni Digdaya dan Hackathon. Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) difokuskan pada penguatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang guna meningkatkan kompetensi talenta digital muda.

Sementara itu, Hackathon menjadi ruang kolaborasi inovasi untuk menguji gagasan, mengembangkan prototipe, serta memvalidasi solusi berbasis kebutuhan nyata industri.

Melalui kedua program tersebut, peserta tidak hanya berkompetisi tetapi juga memperoleh pelatihan, sertifikasi, mentoring profesional hingga kesempatan business matching dengan industri serta job fair.

Program ini berfokus pada tiga isu utama, yakni penguatan ketahanan dan inovasi keuangan, peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja termasuk sektor pangan, serta percepatan layanan publik dan pengembangan ekonomi kreatif serta ekspor jasa digital.

PIDI mengusung tema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” sekaligus membuka pendaftaran Digdaya x Hackathon 2026 yang berlangsung mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026.

Peserta yang lolos seleksi awal akan mengikuti pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk mematangkan ide inovasi. Selanjutnya, tim terpilih akan mempresentasikan konsep inovasi dalam bentuk video proof of concept sebelum masuk tahap pengembangan prototipe.

Pada tahap akhir, tim dengan ide terbaik akan didampingi mentor dan dipertemukan dengan industri serta investor sebagai off-taker agar solusi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.

Bank Indonesia berharap program ini menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi digital nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini