IHSG Tiba-Tiba Ambruk 2 Persen, Saham Bank Jumbo dan Tambang Jadi Biang Kerok

Pada penutupan sore ini, terpnatau 642 saham anjlok, 196 saham harganya tak berubah, dan hanya 124 saham yang mengalami kenaikan. Volume perdagangan saham tercatat 36,06 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi mencapai 2,42 juta kali senilai Rp20,44 triliun.
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang didominasi warna merah pada penutupan sore ini. Penurunan IHSG hingga 2% ini dipicu oleh aksi jual pada saham-saham unggulan sektor perbankan dan komoditas akibat sentimen negatif global. (Foto: Dok. BEI/Istimewa)

Jakarta, Ekoin.co – Penutupan perdagangan sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba terperosok hingga 2%. Padahal di awal perdagangan pagi, IHSG dibuka naik.

Pada penutupan sore ini, terpnatau 642 saham anjlok, 196 saham harganya tak berubah, dan hanya 124 saham yang mengalami kenaikan. Volume perdagangan saham tercatat 36,06 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi mencapai 2,42 juta kali senilai Rp20,44 triliun.

Pelemahann IHSG mengalami koreksi dalam di tengah tekanan jual yang merata di sejumlah saham berkapitalisasi besar. Dari analisa, penurunan indeks dipicu kombinasi sentimen eksternal dan aksi ambil untung investor setelah reli dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap indeks.

Pelemahan pada sektor perbankan dan komoditas menjadi kontributor utama koreksi IHSG ini.

Dari sektor perbankan, Bank Central Asia (BBCA) turun 1,74% menjadi beban terbesar IHSG, yakni -9,48 indeks poin.

Kemudian Merdeka Copper Gold (MDKA) berkontribusi -6,82 indeks poin dan mengalami koreksi lebih dari 7%.

Selain MDKA, saham komoditas lain juga ikut membebani indeks. Amman Mineral (AMMN) menyet IHSG sebesar -4,55 indeks poin dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) -3,98 indeks poin.

Selain BBCA, saham bank jumbo lain juga masuk dalam daftar top 10 laggards IHSG siang ini. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) membebani IHSG, masing-masing sebesar -6,29 indeks poin dan -5,82 indeks poin.

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian ekonomi serta perkembangan geopolitik. Apalagi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidatonya di Kongres. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini