IHSG Dibuka Melemah ke 8.171, Analis Proyeksi Masih Berpeluang Rebound
Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (27/2/2026) dengan pergerakan melemah setelah mengalami tekanan jual pada sesi sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat berada di level 8.211,30, setelah pada penutupan Kamis indeks terkoreksi 1,04 persen ke posisi 8.235.
Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG turun 63,43 poin atau 0,77 persen ke level 8.171,82. Pergerakan pasar didominasi pelemahan dengan 388 saham turun, 135 saham menguat, dan 169 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan volume mencapai 4,3 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 208.910 kali. Nilai transaksi sementara tercatat sekitar Rp1,48 triliun.
Meski dibuka di zona merah, sejumlah analis menilai IHSG masih memiliki peluang untuk menguat dalam beberapa sesi ke depan. Indeks diperkirakan berpotensi bergerak menuju kisaran 8.440 hingga 8.650 apabila mampu bertahan dari tekanan jual yang muncul pada perdagangan sebelumnya.
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebutkan secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatan apabila berada dalam skenario terbaik.
Menurutnya, indeks masih berpeluang menguat ke kisaran 8.440–8.650, namun pelaku pasar perlu mengantisipasi kemungkinan koreksi lanjutan ke area 8.081–8.149.
Ia memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 8.025 dan 7.861, sementara resistance berada pada area 8.408 dan 8.596.
Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG cenderung bergerak melemah terbatas pada perdagangan hari ini dengan kisaran support dan resistance di level 8.200–8.330.
Untuk rekomendasi saham, Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham INDF, CLEO, dan MBMA sebagai pilihan menarik pada perdagangan hari ini.
Sedangkan MNC Sekuritas merekomendasikan saham BBRI, BKSL, ENRG, dan MDKA sebagai saham yang layak dicermati investor dalam jangka pendek.























Tinggalkan Balasan