Bawa Pulang Investasi Ratusan Triliun, Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan Maraton
Jakarta, Ekoin.co – Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian lawatan luar negeri yang menghasilkan sejumlah komitmen perdagangan dan investasi bernilai ratusan triliun rupiah.
Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo dan delegasi terbatas tiba di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/2) sekitar pukul 08.50 WIB.
Kedatangan Presiden disambut sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Agus Subiyanto. Mereka sempat berbincang singkat sebelum Presiden meninggalkan lokasi.
Presiden Prabowo memulai kunjungan kerja luar negeri pada 19 Februari dengan menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) serta bertemu sejumlah perwakilan pengusaha Amerika Serikat. Dalam kunjungan tersebut, Indonesia juga menandatangani kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (The Agreement of Reciprocal Trade).
Dari Amerika Serikat, Presiden berhasil membawa komitmen perdagangan dan investasi senilai sekitar US$ 38,4 miliar yang mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, tekstil, hingga pengembangan kawasan industri berbasis teknologi hijau.
Lawatan kemudian dilanjutkan ke United Kingdom untuk menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Danantara dan Arm Holdings. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia akan mengirimkan sekitar 15.000 insinyur untuk mendapatkan pelatihan dalam ekosistem industri semikonduktor.
Selanjutnya Presiden bertolak ke Jordan dan melakukan pertemuan dengan Raja Abdullah II of Jordan guna membahas perkembangan situasi dan upaya perdamaian di Gaza, Palestina.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan lawatan ke United Arab Emirates. Di Abu Dhabi, Presiden Prabowo bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk membahas peluang investasi strategis di Indonesia.
Lawatan tersebut disebut menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang diharapkan mampu memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan investasi nasional. (*)























Tinggalkan Balasan