Polisi Siagakan 29 Pos Pantau di Jakpus, Patroli Keliling Ditingkatkan dari Tarawih hingga Subuh

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung siagakan 29 pos pantau di titik rawan tawuran. Melibatkan TNI dan Ormas untuk jaga ketertiban selama Ramadan.
Ridwansyah Hasrul Ekoin
Petugas gabungan dari TNI-Polri dan unsur masyarakat saat bersiaga di salah satu pos pantau keamanan di wilayah Jakarta Pusat. Pendirian 29 pos ini menjadi strategi utama Polres Metro Jakarta Pusat dalam meredam potensi tawuran dan menjaga kekhusyukan umat selama bulan suci Ramadan. (Foto: Dok. Humas Polres Jakpus/Istimewa)

Jakarta, Ekoin.co – Polres Metro Jakarta Pusat mendirikan 29 pos pantau yang tersebar di delapan wilayah polsek di Jakarta Pusat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi tawuran antar remaja ataupun kelompok selama bulan Ramadan.

“Ada 29 pos pantau kita dirikan. Pos tersebut telah didirikan sebelum Ramadan hingga Ramadan saat ini. Ini sebagai bentuk mengantisipasi tawuran,” ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Reynold Hutagalung saat diwawancarai, Kamis (26/2/2026).

Reynold mengatakan pos pantau tersebut didirikan di titik yang menjadi potensi titik temu antar remaja ataupun kelompok yang patut terindikasi akan terjadi konflik ataupun tawuran.

“Kami sebar di titik yang dinilai rawan terjadi konflik antar remaja ataupun kelompok,” singkatnya.

Reynold mengatakan bahwa ini bukan hanya dari pihak kepolisian saja yang bekerja. Namun ada unsur – unsur terkait khususnya rekan – rekan Kodim Jakarta Pusat, Danramil, para lurah, para kapolsek, babinkamtibmas, dan babinsa ditempatkan di pos pantau.

“Kami juga berkeliling untuk operasi malam tepatnya saat setelah pulang sholat tarawih dan menjelang subuh,” ungkapnya.

Selain itu, Reynold mengatakan pihaknya juga akan melakukan pendampingan seperti keliling pukul beduk untuk membangunkan warga. Hal tersebut yang menjadi potensi harus dilakukan pendamingan.

“Babinkamtibmas juga mengajak karang taruna, FKDM, pokdar di wilayah kecamatan, ormas – ormas kita ajak bersama – sama jaga Jakarta untuk menghindari jangan ada sekecil apapun konflik. Mau itu konflik antara masyarakat ataupun kelompok – kelompok,” tutupnya.

Lebih lanjut Reynold mengatakan dari pemetaan yang telah dilakukan memang ada pergeseran berkumpulnya para remaja.

Jika sebelumnya remaja kerap berkumpul saat sahur on the road. Namun setelah kegiatan tersebut ditiadakan, para remaja berkumpul saat akan buka puasa. Hal ini juga menjadi atensi kami bersama personel terkait.

Reynold juga meminta warga sama sama ikut menjaga ketertiban selama Ramadan, khususnya setelah salat tarawih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini