Rudal Hipersonik Iran Bikin Dunia Waspada, Senjata Mach 15 Siap Menghantam Israel dan Basis AS

Pengembangan berikutnya adalah Fattah-2, yang disebut memiliki peningkatan pada aspek kecepatan, jarak tempuh, serta sistem pemandu yang lebih presisi. Rudal ini diyakini menjadi simbol kemajuan teknologi militer Iran yang dikembangkan tanpa ketergantungan pada teknologi luar negeri.
Rudal hipersonik Iran dipamerkan dalam parade militer. Sistem senjata berkecepatan tinggi ini disebut mampu menembus pertahanan udara modern.

Ekoin.co – Iran kini menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam perkembangan teknologi rudal hipersonik dunia.

Kemampuan militernya kembali menjadi sorotan setelah Teheran meluncurkan rudal berkecepatan tinggi ke arah wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya menghantam sejumlah target strategis di Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Peluncuran rudal itu memperlihatkan kemajuan teknologi persenjataan strategis Iran yang dikembangkan secara mandiri, khususnya pada sistem rudal berkecepatan sangat tinggi yang sulit dicegat pertahanan udara modern.

Kemajuan teknologi rudal Iran ditandai dengan kemampuan melaju pada kecepatan ekstrem, manuver kompleks di udara, serta peningkatan akurasi sasaran.

Kombinasi kemampuan tersebut menjadikan rudal hipersonik dan balistik modern sebagai bagian penting dari strategi pertahanan sekaligus daya gentar militer Iran di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah rudal buatan Iran kini menjadi perhatian pengamat militer dunia karena dinilai mampu menembus sistem pertahanan udara canggih.

Rudal Fattah-1 merupakan rudal balistik hipersonik jarak menengah pertama yang dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Rudal ini diklaim mampu melaju hingga Mach 15 atau sekitar 17.900 kilometer per jam dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer.

Sistem hypersonic glide vehicle (HGV) yang digunakan memungkinkan rudal bermanuver tajam pada fase akhir penerbangan sehingga sulit dilacak maupun dicegat.

Pengembangan berikutnya adalah Fattah-2, yang disebut memiliki peningkatan pada aspek kecepatan, jarak tempuh, serta sistem pemandu yang lebih presisi. Rudal ini diyakini menjadi simbol kemajuan teknologi militer Iran yang dikembangkan tanpa ketergantungan pada teknologi luar negeri.

Selain itu terdapat rudal balistik Kheibar Shekan, yang meski belum sepenuhnya dikategorikan sebagai rudal hipersonik, memiliki kecepatan tinggi dan kemampuan manuver yang signifikan. Rudal ini menjadi dasar pengembangan sistem rudal generasi baru Iran.

Perkembangan teknologi rudal tersebut memperkuat posisi Iran sebagai salah satu kekuatan militer yang diperhitungkan dalam persaingan teknologi persenjataan modern di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini