Kim Jong Un Tegas: Nuklir Tak Akan Dilepas, Korea Selatan Disebut Musuh Utama

Dalam pidatonya di Supreme People’s Assembly, Kim menekankan komitmen Pyongyang untuk terus memperkuat kemampuan pencegah nuklirnya, termasuk kesiapan respons yang cepat dan presisi terhadap berbagai ancaman.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat berpidato di parlemen, menegaskan komitmen negaranya mempertahankan status sebagai kekuatan nuklir di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Ekoin.co – Pemimpin Kim Jong Un menegaskan bahwa status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir “tidak akan pernah berubah”. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang parlemen dan kembali meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Dalam pidatonya di Supreme People’s Assembly, Kim menekankan komitmen Pyongyang untuk terus memperkuat kemampuan pencegah nuklirnya, termasuk kesiapan respons yang cepat dan presisi terhadap berbagai ancaman.

“Korea Utara akan terus memperkokoh statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir,” demikian pernyataan yang dikutip dari media pemerintah.

Tak hanya itu, Kim juga melontarkan peringatan keras kepada Korea Selatan dengan menyebutnya sebagai “negara paling bermusuhan”. Ia menegaskan bahwa setiap provokasi akan dibalas dengan konsekuensi tanpa ampun.

Bahkan, Pyongyang secara resmi menyatakan tidak lagi mengakui Seoul dan menempatkannya sebagai musuh utama dalam kebijakan strategis negara.

Kim juga mengkritik Amerika Serikat, yang dituduh sebagai pelaku agresi global. Pernyataan ini diduga berkaitan dengan dinamika konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.

Tanpa menyebut nama secara langsung, Kim turut menyinggung Presiden AS Donald Trump, dengan menyatakan bahwa pilihan antara konfrontasi atau koeksistensi damai berada di tangan pihak lawan.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Seoul melalui Kementerian Unifikasi Korea Selatan menilai bahwa meskipun retorika Pyongyang tetap keras, intensitas kritik terhadap Washington tidak sekuat sebelumnya.

Seoul juga menegaskan komitmennya untuk tetap membuka jalur dialog dan memperbaiki hubungan antar-Korea melalui pendekatan diplomatik.

Pernyataan terbaru ini menegaskan bahwa dinamika geopolitik di kawasan Asia Timur masih berada dalam tensi tinggi, di tengah upaya internasional untuk meredakan konflik dan menjaga stabilitas regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights