EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Indonesia Teken Kesepakatan Bersejarah IEU–CEPA

Sumber foto ekon.go.id

Indonesia Teken Kesepakatan Bersejarah IEU–CEPA

Kesepakatan IEU–CEPA memperkuat posisi dagang Indonesia. ICA–CEPA membuka peluang pasar di Kanada.

Agus DJ oleh Agus DJ
29 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, Ekonomi dan Bisnis, INTERNASIONAL, KEUANGAN, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ottawa EKOIN.CO – Indonesia mencatatkan tonggak penting dalam diplomasi ekonomi internasional dengan ditandatanganinya dua kesepakatan besar, yakni Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) dan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA–CEPA). Penandatanganan ini menjadi simbol keberhasilan diplomasi panjang yang ditempuh pemerintah selama hampir satu dekade.

Penandatanganan ICA–CEPA berlangsung di Ottawa pada Rabu (24/09), disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Sementara itu, pengumuman kesepakatan substantif IEU–CEPA dilakukan sehari sebelumnya di Bali, Selasa (23/09), oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič.

Baca juga : Transformasi Digital Dorong Indonesia Menuju 2045

Menurut Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi di perdagangan global. “Kedua kesepakatan ini menjadi bukti konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tengah dinamika perdagangan global,” ujarnya.

Sumber foto ekon.go.id

Dampak Strategis IEU–CEPA

Pengamat ekonomi Sunarsip menegaskan, Uni Eropa merupakan mitra dagang utama dengan kontribusi sekitar 10 persen dari total ekspor nasional. Ekspor terbesar berupa mineral logam, besi dan baja, elektronik, serta produk CPO dan minyak nabati. Melalui IEU–CEPA, produk unggulan tersebut diproyeksikan akan memperoleh akses lebih luas ke pasar Eropa.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Lebih lanjut, Sunarsip menjelaskan bahwa perjanjian ini membuka alternatif pasar di tengah tantangan kebijakan tarif global, termasuk dari Amerika Serikat. Dengan adanya IEU–CEPA, ekspor Indonesia tetap dapat tumbuh meskipun permintaan dari mitra utama seperti Tiongkok dan India melemah.

“IEU–CEPA ini pada akhirnya akan menjadi sumber penguatan surplus bagi neraca perdagangan kita, yang tentunya akan memperkuat posisi cadangan devisa,” jelas Sunarsip.

Kesepakatan IEU–CEPA diperkirakan mampu memberikan kepastian hukum dan kestabilan regulasi bagi pelaku usaha. Selain itu, tarif bea masuk terhadap produk Indonesia di Uni Eropa akan berkurang, sehingga meningkatkan daya saing komoditas nasional.

Perjanjian ini juga diharapkan mendorong diversifikasi pasar. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya bergantung pada mitra Asia, tetapi juga memperluas jejaring ke Eropa, yang selama ini dikenal memiliki standar kualitas tinggi.

Sumber foto ekon.go.id

Peran UMKM dan Komunikasi Publik

Pengajar Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, menekankan pentingnya keterlibatan UMKM dalam implementasi IEU–CEPA. Menurutnya, manfaat perjanjian ini harus dirasakan secara merata hingga ke pelaku usaha kecil dan menengah.

“Pemerintah perlu menekankan pentingnya komunikasi multistep yang mampu menjembatani substansi perjanjian menjadi bahasa yang lebih praktis dan mudah dipahami oleh UMKM,” kata Firman.

Ia menambahkan bahwa komunikasi publik harus menonjolkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan begitu, peluang ekonomi dari perjanjian IEU–CEPA dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal.

Firman juga mengingatkan agar media konvensional maupun digital dilibatkan secara aktif. “Agar tidak mengalami misinformasi, media perlu dilibatkan dalam dialog untuk memahami secara utuh makna perjanjian maupun keuntungan dan kesempatan yang diperoleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Kesepakatan strategis ini dinilai tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global. Keterlibatan Kanada dan Uni Eropa menunjukkan bahwa Indonesia dianggap sebagai mitra potensial yang berpengaruh.

Dalam konteks globalisasi, IEU–CEPA dan ICA–CEPA memperlihatkan bagaimana diplomasi ekonomi dapat menjadi jembatan memperkuat kerja sama politik dan sosial antarnegara. Ke depan, Indonesia berpotensi meningkatkan peran sebagai penghubung antara Asia dan Eropa.

Pemerintah Indonesia diharapkan segera menyiapkan regulasi turunan. Hal ini penting agar implementasi IEU–CEPA berjalan lancar, terutama dalam mendorong kolaborasi antara perusahaan besar dan UMKM.

Selain itu, sosialisasi kepada dunia usaha harus digencarkan. Hal ini mencakup informasi tentang potensi ekspor baru, standar kualitas yang berlaku di Eropa, serta mekanisme perdagangan yang lebih efisien.

Peran asosiasi bisnis juga diharapkan dapat membantu menjembatani informasi. Dengan koordinasi yang baik, manfaat IEU–CEPA bisa dirasakan secara menyeluruh di berbagai sektor industri.

Kesepakatan ini juga dapat menjadi peluang untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia. Dengan meningkatnya ekspor, sektor industri dapat terdorong untuk melakukan inovasi teknologi dan peningkatan kualitas produk.

Keberhasilan menandatangani IEU–CEPA dan ICA–CEPA menunjukkan konsistensi diplomasi ekonomi Indonesia. Kedua kesepakatan ini membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas dengan mitra global.

Sebagai penutup, perjanjian ini tidak hanya menguntungkan sektor perdagangan, tetapi juga memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Dengan sinergi antar pemangku kepentingan, manfaatnya dapat dirasakan hingga ke tingkat masyarakat.

Upaya untuk memaksimalkan peluang IEU–CEPA dan ICA–CEPA harus terus dijalankan. Kerja sama antar kementerian, dunia usaha, dan UMKM menjadi kunci keberhasilan implementasi perjanjian tersebut.

Dengan demikian, Indonesia berpeluang memperkuat daya saing global, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas pasar ekspor. Kesepakatan ini merupakan langkah nyata menuju ketahanan ekonomi jangka panjang.

Pemerintah juga harus memastikan transparansi dalam setiap proses. Hal ini agar seluruh elemen masyarakat dapat memahami manfaat langsung yang diperoleh dari perjanjian tersebut.

Kesimpulannya, IEU–CEPA dan ICA–CEPA merupakan bukti keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia. Momentum ini harus dijaga dengan strategi implementasi yang efektif, agar dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha.

Peluang besar dari kedua kesepakatan harus segera dimanfaatkan dengan kebijakan yang inklusif. Dengan langkah strategis, Indonesia dapat memperkuat posisinya di kancah global.

Ke depan, IEU–CEPA dan ICA–CEPA diharapkan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Dengan dukungan penuh seluruh pihak, manfaat perjanjian ini akan semakin nyata dirasakan.

Pada akhirnya, capaian ini menunjukkan arah baru diplomasi Indonesia. Melalui keterlibatan aktif di perdagangan internasional, Indonesia mampu memperkuat kedaulatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: ekspor nasionalICA-CEPAIEU-CEPAKanadaperdagangan IndonesiaUni Eropa
Post Sebelumnya

Transformasi Digital Dorong Indonesia Menuju 2045

Post Selanjutnya

Purbaya Siapkan Rp28 T untuk Tambahan Makan Bergizi

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Post Selanjutnya
Purbaya Siapkan Rp28 T untuk Tambahan Makan Bergizi

Purbaya Siapkan Rp28 T untuk Tambahan Makan Bergizi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.