Jakarta, ekoin.co – Dunia tenis internasional kembali dikejutkan oleh ledakan prestasi wakil Indonesia. Janice Tjen sukses mencatatkan sejarah emas dengan menembus peringkat 47 dunia dalam rilis terbaru WTA pekan ini.
Pencapaian ini mengakhiri penantian panjang selama hampir tiga dekade bagi Indonesia untuk kembali memiliki wakil di jajaran 50 besar dunia.
Janice menjadi petenis putri Indonesia kedua sepanjang sejarah yang berhasil mencapai prestasi tersebut setelah sang legenda, Yayuk Basuki. Yayuk sendiri pernah menempati peringkat tertinggi di posisi 19 dunia pada tahun 1997 silam.
Lompatan Raksasa dari Peringkat 395
Perjalanan Janice Tjen dalam setahun terakhir tergolong fenomenal. Pada waktu yang sama di tahun lalu, petenis berusia 23 tahun ini masih tercecer di peringkat 395 dunia. Namun, rentetan hasil positif, termasuk gelar WTA perdananya di Chennai pada November lalu, menjadi batu pijakan menuju elite dunia.
Puncak akselerasi peringkat Janice terjadi usai penampilannya di Australian Open 2026. Melakukan debut di turnamen Grand Slam tersebut, Janice langsung membuat kejutan besar dengan menumbangkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, melalui kemenangan straight set.
Kemenangan tersebut memberinya tambahan poin signifikan yang membuatnya melompat 12 peringkat sekaligus ke posisi No. 47.
Peta Elite Dunia: Kebangkitan Rybakina dan Para Ibu Tangguh
Selain catatan sejarah dari Janice Tjen, Australian Open 2026 juga merombak peta persaingan papan atas. Elena Rybakina yang baru saja merengkuh gelar Grand Slam keduanya usai menumbangkan Aryna Sabalenka, kini meroket ke peringkat 3 dunia.
Rybakina kini hanya terpaut 368 poin dari Iga Swiatek yang duduk di peringkat kedua.
Tren menarik juga terlihat dari kembalinya para petenis yang telah berstatus ibu ke jajaran Top 10.
Belinda Bencic kini menduduki peringkat 9 dunia, sementara Elina Svitolina kembali masuk ke posisi 10 besar untuk pertama kalinya sejak 2021.
Svitolina menunjukkan performa luar biasa dengan mencapai semifinal di Melbourne sebelum akhirnya dihentikan oleh Sabalenka.
Keberhasilan Bencic dan Svitolina ini menyejajarkan mereka dengan deretan petenis legendaris seperti Margaret Court dan Serena Williams yang tetap mampu bersaing di level tertinggi setelah memiliki anak.
Fokus Selanjutnya: Perburuan Gelar di Abu Dhabi
Usai mengukir tinta emas di Melbourne, Janice Tjen dipastikan tidak akan berpuas diri. Ia dijadwalkan akan melanjutkan perburuan poin di turnamen WTA 500 Abu Dhabi Open 2026.
Menariknya, di turnamen tersebut Janice akan turun di sektor ganda dengan berpasangan bersama petenis muda berbakat Filipina, Alex Eala.
Duet maut Asia Tenggara ini diharapkan mampu memberikan kejutan lebih jauh dan terus mendongkrak posisi Janice di tabel peringkat dunia. (*)





