Jakarta, Ekoin.co – Polda Metro Jaya menangani peristiwa dari masalah teguran berubah menjadi penganiayaan. Berawal dari suara drum yang dimainkan sejak siang, hingga malam hari.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menerangkan peristiwa penganiayaan dialami pria berinisial D di Jakarta Barat. Peristiwa bermula ketika korban menegur pria berinisial MPSC, karena suara drum dinilai mengganggu ketertiban lingkungan.
“Korban menegur terlapor terkait suara drum yang mengganggu. Korban kemudian dianiaya, dicekik, dipiting, ditendang, dan dipukul,” ujar Budi, Senin (9/2/26).
Setelah kejadian, korban membuat laporan resmi ke Polres Metro Jakarta Barat. Proses penyelidikan masih terus berjalan. Lebih lanjutan, Budi menyebut korban juga telah menjalani pemeriksaan medis.
“Sudah dilakukan visum et repertum di Rumah Sakit Graha Kedoya. Pemeriksaan terhadap terlapor dan saksi-saksi dijadwalkan hari ini,” jelasnya.
Dalam laporan tersebut, terduga pelaku MPSC dijerat Pasal 448 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru, yang mengatur tindak pidana pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman.
Namun perkara ini berkembang karena MPSC juga membuat laporan balik terhadap korban D dengan pasal yang sama. Menjelaskan laporan tersebut, Budi mengatakan aduan berkaitan dengan dugaan ancaman.
“Ancaman pengrusakan, apabila tidak berhenti bermain drum yang dianggap mengganggu ketertiban umum,” kata Budi.
Polisi menegaskan setiap laporan warga akan diproses secara adil sesuai hukum yang berlaku.
“Itu hak setiap warga negara. Selama unsur pidana terpenuhi, ada alat bukti dan saksi, tentu akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Kasus ini mencuat ke publik setelah sebuah video beredar di Instagram melalui akun @thepaparock, yang memperlihatkan korban mengalami kekerasan fisik, pada Sabtu (7/2/2026).
Dalam video tersebut, korban terlihat dicekik, dipiting, hingga ditendang, disertai foto-foto luka akibat penganiayaan.
Akun tersebut juga menyebut keluhan soal suara drum telah disampaikan sejak lama melalui pengurus lingkungan, namun tidak mendapat respons.
“Sudah dari tahun lalu suka main drum, bukan hanya siang tapi malam juga. Keluhan lewat RT enggak digubris, sampai akhirnya didatangi langsung,” tulis akun itu.
Disebutkan pula terlapor datang menggunakan mobil dan diduga menabrak korban, serta suaminya hingga terjatuh.





