BSI Arab Saudi Perkuat Layanan Haji dan Umrah
Jakarta Ekoin.co – BSI Arab Saudi menjadi langkah strategis PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk dalam memperkuat ekspansi internasional sekaligus menghadirkan layanan keuangan syariah yang terintegrasi bagi masyarakat Indonesia. Perseroan saat ini mematangkan persiapan operasional Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung kebutuhan jemaah haji, umrah, diaspora Indonesia, dan pelaku usaha.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BSI dalam memperluas jaringan layanan internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra utama dalam ekosistem haji dan umrah Indonesia. Kehadiran kantor cabang di Arab Saudi diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang beraktivitas di Tanah Suci.
Momentum ekspansi ini semakin kuat setelah BSI memperoleh initial approval dari Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi atau Saudi Central Bank (SAMA) pada tahun 2024. Persetujuan awal tersebut menjadi fondasi penting dalam proses pembukaan Kantor Cabang Luar Negeri yang saat ini terus dipersiapkan.
Kehadiran BSI di Arab Saudi tidak hanya ditujukan untuk memperluas jaringan internasional perusahaan. Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan perbankan syariah yang mudah diakses serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi syariah.
Dari sisi potensi pasar, Arab Saudi memiliki posisi yang sangat strategis bagi BSI. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di dunia sehingga kebutuhan terhadap layanan keuangan syariah yang terintegrasi terus meningkat setiap tahunnya.
Data yang disampaikan perseroan menunjukkan bahwa Indonesia rata-rata memberangkatkan sekitar 203 ribu jemaah haji setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 170 ribu orang atau 83 persen merupakan nasabah BSI.
Selain itu, berdasarkan data Siskopatuh tahun 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta orang. Dari total tersebut, sekitar 84 persen memanfaatkan layanan BSI dalam berbagai kebutuhan transaksi keuangan syariah.
Perkuat Layanan Keuangan Syariah di Tanah Suci
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan bahwa penguatan kehadiran perusahaan di Arab Saudi merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun konektivitas layanan keuangan syariah lintas negara yang mampu menjawab kebutuhan nasabah secara menyeluruh.
“Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI. Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end, mulai dari tahap persiapan di Indonesia hingga aktivitas selama berada di Tanah Suci,” ujar Wisnu.
Menurut Wisnu, persiapan operasional yang saat ini berjalan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur layanan. Perseroan juga memperkuat aspek kepatuhan terhadap regulasi serta meningkatkan kapabilitas layanan agar mampu menghadirkan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman.
“Kami terus menyempurnakan seluruh aspek kesiapan operasional sebagai bagian dari proses pembukaan layanan BSI di Arab Saudi. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kehadiran BSI dapat segera memberikan manfaat nyata bagi jemaah haji, jemaah umrah, diaspora Indonesia, dan memperkuat hubungan ekonomi syariah antara Indonesia dan Arab Saudi,” tambahnya.
Melalui berbagai persiapan tersebut, BSI berupaya memastikan layanan yang tersedia nantinya dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah maupun aktivitas ekonomi di Arab Saudi.
Kolaborasi untuk Jemaah Haji Indonesia
Sebagai bentuk komitmen pelayanan pada musim haji 2026, BSI juga mempererat kolaborasi dengan BPKH Limited sebagai mitra strategis di Arab Saudi. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyediaan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah.
Booth layanan tersebut memberikan informasi, edukasi, serta pendampingan kepada jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci. Selain itu, BSI juga memperkenalkan berbagai solusi layanan keuangan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh para jemaah.
Tidak hanya menghadirkan layanan informasi, BSI juga meluncurkan inisiatif Peduli Lansia. Program tersebut diwujudkan melalui penyediaan stiker khusus bagi jemaah lanjut usia sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.
Inisiatif tersebut melengkapi komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji. Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu jemaah lanjut usia selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.
Melalui penguatan kehadiran di Arab Saudi, BSI tidak hanya memperluas ekspansi bisnis internasional. Perseroan juga membangun fondasi ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat aktivitas ibadah umat Islam dunia.
Masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji maupun umrah dapat memanfaatkan layanan keuangan syariah yang tersedia agar kebutuhan transaksi selama perjalanan ibadah dapat berjalan lebih lancar.
Selain itu, kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat kualitas layanan bagi jemaah Indonesia di luar negeri.
Peningkatan literasi keuangan syariah juga menjadi faktor penting untuk mendukung pemanfaatan layanan yang aman, efisien, dan sesuai prinsip syariah.
Pengembangan jaringan internasional yang terintegrasi dapat memberikan kemudahan akses layanan keuangan bagi diaspora Indonesia dan pelaku usaha yang memiliki aktivitas lintas negara.
Keberlanjutan penguatan ekosistem ekonomi syariah diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Sebagai kesimpulan, BSI Arab Saudi menjadi bagian dari strategi ekspansi internasional Bank Syariah Indonesia untuk memperkuat layanan keuangan syariah bagi masyarakat Indonesia.
Langkah tersebut semakin matang setelah perseroan memperoleh initial approval dari Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi pada tahun 2024.
Potensi pasar yang besar dari sektor haji dan umrah menjadi salah satu faktor utama pengembangan layanan di Arab Saudi.
Selain mempersiapkan pembukaan kantor cabang, BSI juga memperkuat layanan bagi jemaah melalui kolaborasi dengan BPKH Limited dan program Peduli Lansia.
Melalui pengembangan jaringan internasional tersebut, BSI berupaya menghadirkan layanan yang terintegrasi serta memperkuat konektivitas ekonomi syariah antara Indonesia dan Arab Saudi. (*)























Tinggalkan Balasan