IHSG Hari Ini Rawan Guncang, FOMC Minutes Beri Sinyal Hawkish

IHSG rawan guncang pada perdagangan Kamis 8 Oktober 2026 setelah FOMC Minutes menunjukkan sikap hawkish The Fed. Indeks ditutup melemah 0,75% ke 6.146.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (8/10/2026) diperkirakan masih rawan tekanan setelah ditutup melemah 0,75 persen ke level 6.146 pada perdagangan sebelumnya. Sentimen negatif dari rilis risalah rapat The Federal Reserve (FOMC Minutes) menjadi pemicu utama kehati-hatian pelaku pasar.

FOMC Minutes Tegaskan Sikap Hawkish The Fed

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis pada Rabu (7/10) menunjukkan bahwa mayoritas pejabat The Fed masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga lanjutan. Federal Funds Rate (FFR) saat ini berada di kisaran 3,75-4,00 persen, dan pasar melihat peluang kenaikan 25 basis poin pada pertemuan 28 Oktober mendatang masih terbuka.

Menurut data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga setidaknya 25 bps pada pertemuan Oktober turun tipis menjadi 21,6 persen dari 22,1 persen pada hari sebelumnya. Meskipun peluang menurun, ketidakpastian tetap tinggi sehingga investor cenderung menghindari aset berisiko.

Sentimen Domestik: Indeks Keyakinan Konsumen Jadi Sorotan

Di dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dijadwalkan pada hari ini. Data ini akan memberikan gambaran kondisi daya beli masyarakat Indonesia dan berpotensi menggerakkan sektor konsumer di bursa saham.

Secara teknikal, analis Mirae Asset Sekuritas menyebutkan IHSG memiliki area support di kisaran 5.973-6.118 dan resistance di 6.180-6.339. IHSG sempat rebound 1,36 persen ke 6.118 pada Senin (5/10) sebelum kembali terkoreksi, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi di pekan ini.

Sektor Energi Masih Membebani

Saham sektor energi menjadi pemberat utama IHSG pada perdagangan kemarin, dengan saham BYAN memimpin penurunan. Harga batu bara yang melemah di pasar global ikut menekan sentimen terhadap emiten tambang. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell yang turut menambah tekanan pada indeks.

Memasuki kuartal IV-2026, sejumlah analis tetap melihat peluang penguatan IHSG secara historis. Dalam enam tahun terakhir, IHSG tercatat menguat selama lima periode Oktober dengan probabilitas 83 persen. Namun kondisi suku bunga global yang belum pasti dan tekanan pada rupiah menjadi risiko yang perlu diwaspadai investor. Informasi lebih lanjut mengenai pergerakan pasar dapat dipantau melalui Bursa Efek Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights