Daud Yordan Raih Sabuk ABF Diamond Super Welterweight

Daud Yordan raih sabuk ABF Diamond Super Welterweight usai kalahkan petinju Filipina Adore Torres. Prestasi gemilang di usia 41 tahun.

Daud Yordan kembali mengukir prestasi membanggakan bagi tinju Indonesia. Petinju asal Kalimantan Barat itu berhasil meraih sabuk ABF Diamond Super Welterweight setelah mengalahkan petinju Filipina Adore Torres dalam pertarungan di Jakarta pada Sabtu (10/10/2026).

Kemenangan Meyakinkan atas Torres

Daud Yordan menunjukkan dominasi sepanjang pertarungan melawan Adore Torres. Petinju berusia 41 tahun ini membuktikan usia tidak menghalanginya untuk tampil kompetitif di level internasional. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di ring profesional, Daud mampu membaca pergerakan lawan dan melancarkan serangan efektif.

Kemenangan ini menambah koleksi sabuk internasional Daud Yordan. Petinju yang dikenal dengan julukan The Borneo Dragon terus membuktikan kualitasnya sebagai salah satu petinju terbaik Indonesia, seperti dilaporkan Antara News.

Karier Gemilang The Borneo Dragon

Daud Yordan memulai karier profesionalnya pada awal 2000-an dan telah bertarung di berbagai kelas berat. Ia pernah meraih gelar di kelas ringan sebelum naik ke kelas super welterweight. Kemampuan beradaptasi di berbagai kelas menjadi bukti versatilitas dan dedikasi tinggi.

Inspirasi bagi Tinju Indonesia

Keberhasilan Daud Yordan di usia yang tidak lagi muda menjadi inspirasi bagi petinju muda Indonesia. Di tengah dominasi Filipina, Jepang, dan Thailand dalam tinju Asia, Indonesia masih punya representasi membanggakan melalui Daud.

Asian Boxing Federation (ABF) merupakan organisasi tinju yang menaungi kompetisi di kawasan Asia. Sabuk Diamond merupakan gelar prestisius yang diberikan ABF kepada petinju berprestasi luar biasa.

Prospek Tinju Indonesia

Kemenangan Daud Yordan diharapkan memberikan dorongan positif bagi perkembangan tinju Indonesia. Olahraga tinju membutuhkan lebih banyak dukungan infrastruktur, pembinaan, dan sponsor untuk melahirkan petinju kelas dunia berikutnya.

Pengurus Besar Pertina terus berupaya memperluas pembinaan di daerah untuk menjaring talenta baru. Prestasi Daud Yordan menjadi bukti petinju Indonesia mampu bersaing di level internasional dengan kesempatan dan pembinaan yang tepat.

Dengan raihan sabuk ABF Diamond Super Welterweight, Daud Yordan semakin memperkuat posisinya sebagai legenda tinju Indonesia yang masih aktif berkompetisi di usia 41 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights