Harga Emas Hari Ini Bangkit, Utang AS Jadi Katalis

Harga emas hari ini bangkit naik 0,8 persen ke US$2.620 per troy ounce. Gunungan utang AS tembus US$36 triliun jadi katalis kenaikan logam mulia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi

Harga emas hari ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah menyentuh level terendah dalam dua bulan pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap gunungan utang pemerintah Amerika Serikat yang terus membengkak, memberikan angin segar bagi logam mulia sebagai aset safe haven. Pada perdagangan Jumat (9/10/2026), harga emas spot naik 0,8 persen ke kisaran US$2.620 per troy ounce.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Utang nasional AS yang kini menembus angka US$36 triliun menjadi sorotan utama pelaku pasar. Congressional Budget Office memproyeksikan rasio utang terhadap PDB AS akan mencapai rekor baru dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi fiskal yang memburuk ini mendorong investor untuk mengalihkan portofolio ke aset-aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas.

Selain faktor utang AS, pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turut memberikan dukungan bagi harga emas. Dollar Index turun 0,3 persen pada perdagangan semalam, membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang non-dolar. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah juga menambah daya tarik emas sebagai lindung nilai.

Prospek Harga Emas Pekan Depan

Analis komoditas mempertahankan proyeksi harga emas di kisaran US$2.700-2.800 per troy ounce pada akhir kuartal IV 2026. Faktor pendukung utama adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang masih terbuka, meskipun notulen FOMC terbaru menunjukkan sikap hawkish.

Di pasar domestik, harga emas Antam pada Jumat pagi ini tercatat di kisaran Rp1,65 juta per gram, naik Rp8.000 dari hari sebelumnya. Kenaikan harga emas global dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS berkontribusi pada kenaikan harga emas di dalam negeri.

Tips Investasi Emas

Para analis menyarankan investor untuk tidak panik saat harga emas mengalami koreksi jangka pendek. Strategi dollar cost averaging dianggap paling tepat untuk mengantisipasi fluktuasi harga. Diversifikasi portofolio dengan mengombinasikan emas fisik dan emas digital menjadi pilihan populer di kalangan investor milenial Indonesia.

Prospek harga emas dalam jangka menengah hingga panjang tetap positif. Namun investor perlu mencermati data ekonomi AS yang akan dirilis pekan depan, termasuk data inflasi dan ketenagakerjaan, yang bisa memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed dan berdampak pada pergerakan harga emas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights