EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS ENERGI
Harga Minyak Anjlok Imbas Kenaikan Produksi OPEC+ dan Perang Dagang

Harga Minyak Anjlok Imbas Kenaikan Produksi OPEC+ dan Perang Dagang

Harga minyak mentah WTI turun ke bawah US$60 per barel setelah keputusan OPEC+ menaikkan produksi dan pemangkasan harga oleh Arab Saudi, sementara perang dagang AS-China menambah tekanan terhadap pasar energi global.

Ibhent oleh Ibhent
7 April 2025
Kategori ENERGI, LINGKUNGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Houston, Amerika Serikat, EKOIN.CO – Harga minyak mentah kembali mencatat penurunan tajam pada awal pekan ini. Pada perdagangan hari Senin, 7 April 2025, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot ke bawah ambang US$60 per barel.

Berdasarkan data Bloomberg yang dirilis hingga pukul 06.30 WIB, harga minyak WTI terkoreksi sebesar 2,21 poin atau sekitar 3,57 persen ke level US$59,78 per barel. Sedangkan minyak Brent juga melemah 2,21 poin atau 3,37 persen ke posisi US$63,37 per barel. Koreksi ini memperpanjang tren negatif setelah pekan sebelumnya Brent sempat terjatuh hingga 11 persen.

Sejumlah faktor menjadi penyebab merosotnya harga minyak global. Salah satu pemicunya adalah keputusan mendadak aliansi OPEC+ yang meningkatkan produksi melebihi proyeksi pasar. Di waktu yang hampir bersamaan, Arab Saudi—produsen minyak utama dunia—mengumumkan pemangkasan harga untuk pembeli Asia.

Seperti dilansir Bloomberg, perusahaan migas negara tersebut, Saudi Aramco, akan memangkas harga Arab Light sebesar US$2,2 per barel untuk kontrak pengiriman Mei 2025. Selain Asia, konsumen di Amerika Serikat dan Eropa juga menerima diskon, meskipun tidak sebesar yang diberikan ke pasar Asia.

Langkah Arab Saudi itu muncul beberapa hari setelah keputusan OPEC+ menambah volume produksi. Transisi ini dinilai mengejutkan pasar yang sebelumnya memperkirakan pasokan minyak global akan tetap stabil atau bahkan menurun.

Berita Menarik Pilihan

Rombak Susunan Direksi, Mega Satria Gantikan Emma Sri Martini sebagai DIrektur Keuangan Pertamina

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

Di sisi lain, ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi antara dua kekuatan besar dunia turut memperburuk situasi. Pemerintah Tiongkok, sebagai konsumen minyak terbesar dunia, meluncurkan tarif balasan terhadap berbagai barang impor dari Amerika Serikat. Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump menanggapi kekhawatiran pasar dengan meremehkan potensi inflasi dan ancaman resesi akibat perang dagang yang semakin sengit.

Menurut laporan Bloomberg, anjloknya harga minyak tidak berdiri sendiri. Komoditas lain seperti logam industri dan hasil pertanian juga menunjukkan tren penurunan, seiring dengan merosotnya pasar saham global. Hal ini memperlihatkan minat investor terhadap aset berisiko yang terus menurun.

“Harga minyak yang anjlok dibebani oleh kejutan aliansi OPEC+ untuk meningkatkan produksi lebih dari ekspektasi. Kombinasi dari risiko terhadap permintaan minyak dan tambahan produksi telah memantik kekhawatiran tentang potensi surplus minyak global,” tulis Bloomberg dalam laporannya.

Presiden Donald Trump sebelumnya juga diketahui menekan OPEC+ untuk menurunkan harga minyak. Dalam pernyataannya, Trump menilai hal itu perlu dilakukan guna menekan inflasi domestik dan sekaligus memberikan tekanan ekonomi terhadap Rusia agar konflik di Ukraina dapat segera berakhir. (*)

Tags: Arab SaudiBloombergBrentekspor minyakharga energiharga minyakinflasikontrak minyakminyak WTIOPEC+pasar komoditaspasar sahamperang dagangproduksi minyakresesiSaudi Aramcosurplus minyaktarif imporTiongkok
Post Sebelumnya

Polri Minta Maaf atas Kekerasan terhadap Jurnalis di Stasiun Tawang Semarang

Post Selanjutnya

Kuota Impor Daging Sapi 100 Ribu Ton Masih Ditahan, Kemendag Tunggu Evaluasi

Ibhent

Ibhent

Berita Terkait

Mega Satria Direktur Keuangan Pertamina yang Baru. (Foto Istimewa/Pertamina)

Rombak Susunan Direksi, Mega Satria Gantikan Emma Sri Martini sebagai DIrektur Keuangan Pertamina

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Dikutip dari laman resmi Pertamina, Kamis (5/2/2026), Mega Satria memperoleh gelar Sarjana Administrasi Bisnis (S1) dari Wichita State University, Amerika...

Presiden Prabowo Subianto pidato di depan Anggota Rakornas sinergi pemerintah pusat dan daerah soal sampah

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Bogor,Ekoin.co – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal buruknya penanganan sampah di Indonesia. Di hadapan seluruh kepala daerah...

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

oleh Ridwansyah
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar mencari solusi untuk menangani persoalan...

Rapat dengar pendapat (RDP) BPH Migas dengan Komisi XII DPR RI

Pemerintah Pangkas BBM Subsidi untuk Pertalite dan Solar di 2026, Kuota Minyak Tanah Ditambah

oleh Ainurrahman
28 Januari 2026
0

Penyaluran solar subsidi mencapai 97,49 persen dari kuota yang ditetapkan di dalam APBN 2025. Dari penyaluran solar subsidi yang tepat...

Post Selanjutnya
Kuota Impor Daging Sapi 100 Ribu Ton Masih Ditahan, Kemendag Tunggu Evaluasi

Kuota Impor Daging Sapi 100 Ribu Ton Masih Ditahan, Kemendag Tunggu Evaluasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.