Jakarta, EKOIN.CO – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menunjuk Anggoro Eko Cahyo sebagai Direktur Utama baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 16 Mei 2025. Keputusan tersebut mengakhiri spekulasi mengenai calon pemimpin baru bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.
Anggoro Eko Cahyo menggantikan Hery Gunardi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama BSI dan kini ditugaskan sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Pengangkatan Anggoro sebagai Dirut BSI telah mendapat persetujuan penuh dari para pemegang saham. “Kami yakin dengan pengalaman panjang Pak Anggoro di industri perbankan, BSI akan semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Muhadjir Effendy, Komisaris Utama BSI yang baru dilantik, seperti dilansir dari situs resmi BSI.
Nama Anggoro Eko Cahyo memang tidak banyak disebut dalam bursa calon direktur utama BSI sebelumnya. Namun, ia telah memiliki rekam jejak panjang di industri perbankan. Kariernya dimulai pada 1994 sebagai AMGR Marketing Officer di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Ia juga sempat menduduki posisi Direktur Bisnis Konsumer, Direktur Keuangan, hingga Wakil Direktur Utama BNI sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.
Selain Anggoro, RUPST BSI kali ini juga menetapkan sejumlah nama baru di jajaran direksi. Muharto resmi menjabat sebagai Direktur Informasi Teknologi, Arief Adhi Sanjaya sebagai Direktur Compliance dan Human Capital, serta Firman Nugraha sebagai Direktur Treasury & International Banking.
Di tingkat komisaris, BSI melakukan perombakan besar-besaran dengan menunjuk sejumlah tokoh penting. Muhadjir Effendy, yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di era Presiden Jokowi, kini menjabat sebagai Komisaris Utama BSI menggantikan Muliaman Hadad. “Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan berharap dapat memberikan kontribusi positif untuk pengembangan BSI ke depan,” kata Muhadjir.
Nama-nama lain yang masuk dalam jajaran komisaris antara lain Meidy Firmansyah dari Kementerian Hukum dan HAM, Mochammad Agus Rofiuddin dan Kamaruddin Amin dari BAZNAS, Nizar Ahmad Saputra dari HIMA Persis, Muhammad Syafii Antonio selaku pakar keuangan syariah, serta Addin Jauharuddin, Ketua Umum GP Ansor periode 2024–2029.
Felicitas Tallulembang menjadi satu-satunya anggota dewan komisaris yang tetap menjabat sejak periode sebelumnya. Perubahan ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi pengembangan bisnis BSI di masa depan.
Berikut Susunan Lengkap Komisaris dan Direksi BSI
Susunan Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Muhadjir Effendy*
- Komisaris Independen: Felicitas Tallulembang
- Komisaris : Meidy Firmansyah*
- Komisaris : Mochammad Agus Rofiudin*
- Komisaris : Kamaruddin Amin*
- Komisaris Independen: Nizar Achmad Saputra*
- Komisaris Independen: Muhammad Syafii Antonio
- Komisaris Independen: Addin Jauharuddin*
Susunan Direksi:
- Direktur Utama: Anggoro Eko Cahyo*
- Wakil Direktur Utama: Bob Tyasika Ananta
- Direktur Wholesale Transaction Banking: Zaidan Novari
- Direktur Retail Banking: Kemas Erwan Husainy*
- Direktur Sales & Distribution: Anton Sukarna
- Direktur Information Technology: Muharto*
- Direktur Risk Management: Grandhis Helmi Harumansyah
- Direktur Compliance & Human Capital: Arief Adhi Sanjaya*
- Direktur Finance & Strategy: Ade Cahyo Nugroho
- Direktur Treasury & International Banking: Firman Nugraha*
Dewan Pengawas Syariah:
- Ketua: Hasanudin
- Anggota: Mohammad Hidayat
- Anggota: Oni Sahroni
- Anggota: Abdul Ghofur Maimoen





