EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Lemhannas dan Kominfo Bahas Ketahanan Nasional di Era Digital

Sumber dok komdigi

Lemhannas dan Kominfo Bahas Ketahanan Nasional di Era Digital

Ruang siber kini menjadi jantung pertahanan bangsa, dan ancamannya setara dengan darat, laut, dan udara, tegas Menkomdigi Meutya Hafid dalam kuliah umum di Lemhannas RI.

Agus DJ oleh Agus DJ
29 Mei 2025
Kategori EDUKASI, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan peringatan keras terkait ancaman kedaulatan bangsa di era digital. Dalam kuliah umum di Lemhannas RI, Jakarta, ia menegaskan bahwa ruang siber kini menjadi medan tempur baru yang tak kalah strategis dibandingkan darat, laut, dan udara.

Acara tersebut berlangsung di Auditorium Gadjah Mada, Gedung Lemhannas RI, pada Selasa, 27 Mei 2025. Hadir dalam kesempatan itu peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXV dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXVIII.

“Ruang siber adalah jantung pertahanan baru bangsa. Menjaganya berarti menjaga masa depan Indonesia,” ujar Meutya di hadapan ratusan peserta yang hadir secara langsung di lokasi.

Meutya menguraikan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah penyebaran hoaks yang terbagi dalam tiga bentuk: misinformasi, disinformasi, dan malinformasi. Ketiganya memiliki dampak serius terhadap ketertiban sosial dan ideologi negara.

“Hoaks bukan sekadar gangguan informasi, tapi bisa merusak ideologi, memperkeruh politik, dan menghancurkan kohesi sosial,” lanjutnya dalam penyampaian yang didengar penuh perhatian oleh para peserta.

Berita Menarik Pilihan

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada 17 Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

Ancaman Siber Serius dan Terstruktur

Menkomdigi juga menyoroti meningkatnya serangan siber terhadap infrastruktur vital negara. Ia menyebut kasus peretasan Bank Syariah Indonesia (BSI) oleh kelompok LockBit 3.0 sebagai bukti nyata lemahnya perlindungan digital.

Serangan itu, kata Meutya, mengganggu layanan untuk sekitar 15 juta nasabah dan diiringi tuntutan tebusan sebesar USD 20 juta. Peristiwa tersebut memperlihatkan betapa sistem keamanan digital Indonesia masih memiliki celah yang mengkhawatirkan.

“Infrastruktur strategis negara seperti militer dan lembaga pemerintahan adalah sasaran empuk serangan siber. Maka penguatan sistem keamanan digital adalah keharusan,” tegasnya.

Sebagai upaya konkret, Kementerian Komunikasi dan Digital telah menerbitkan sejumlah regulasi strategis, termasuk Perpres Nomor 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional.

Selain itu, ada pula PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP TUNAS) dan revisi UU ITE melalui UU Nomor 1 Tahun 2024 yang mengatur lebih rinci perlindungan digital warga negara.

Literasi Digital Jadi Kunci Pencegahan

Namun, Meutya menegaskan bahwa regulasi tidak cukup jika tidak diiringi dengan peningkatan literasi digital masyarakat. Ia mengajak peserta P3N dan P4N menjadi motor penggerak edukasi digital di lingkungannya.

“Masyarakat perlu dipahamkan bahwa internet bisa jadi manfaat, bisa juga mudarat. Di sinilah pentingnya penyuluhan yang konsisten,” ungkapnya sembari menyoroti pentingnya kolaborasi antara kementerian, lembaga, dan sektor swasta.

Dalam sesi tersebut, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya ketahanan ruang siber. Ia menyatakan bahwa ketahanan nasional yang menyeluruh harus mencakup kekuatan digital.

“Ketahanan nasional tak akan kuat bila ruang sibernya rapuh,” ujar Ace Hasan dengan nada serius.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Solusi Nasional

Menutup kuliah umum, Menkomdigi mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia. Ia menekankan bahwa pertahanan tidak lagi hanya soal fisik, tetapi juga mengenai kendali atas ruang maya.

“Mari kita jaga Indonesia, tidak hanya dari darat, laut, dan udara, tetapi juga dari ruang maya,” tandas Meutya Hafid sebagai pesan penutup kepada peserta.

Ajakan ini disambut positif oleh para peserta dan pimpinan Lemhannas RI, yang berjanji akan memperkuat peran lembaga dalam mengawal keamanan digital nasional.

Kuliah umum yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu ditutup dengan diskusi interaktif antara Menkomdigi dan peserta, membahas potensi kolaborasi program literasi digital lintas instansi.

Peningkatan frekuensi serangan siber menunjukkan urgensi pembentukan sistem keamanan digital yang lebih kokoh dan responsif. Pemerintah perlu memperkuat kolaborasi dengan akademisi, pelaku industri teknologi, serta aparat keamanan siber demi menghadirkan ekosistem digital yang tangguh.

Selain itu, edukasi publik harus menjadi fokus utama. Literasi digital bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan pondasi utama dalam membentuk masyarakat yang tahan terhadap manipulasi informasi dan ancaman siber lainnya.

Langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah harus diiringi pengawasan dan implementasi efektif di lapangan. Penguatan hukum dan pengawasan digital harus tetap menghormati hak privasi warga negara agar tidak berubah menjadi alat represi. (*)

Tags: edukasi publik.hoakskeamanan digitalkedaulatan bangsaketahanan nasionalkolaborasi digitalLemhannas RIliterasi digitalLockBit 3.0MenkomdigiMeutya Hafidperetasan BSIPP TUNASruang siberUU ITE
Post Sebelumnya

Pertamina Dorong Swasembada Energi Lewat Ajang Inovasi

Post Selanjutnya

Prabowo dan Macron Bahas Solusi Damai Palestina-Israel

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada 17 Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

oleh Akmal Solihannoer
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tahun 2026 akan diwarnai oleh dua fenomena astronomi berupa gerhana matahari yang terjadi pada Februari dan Agustus....

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026, seluruh siswa kelas XII...

Realme 16 5G menampilkan layar AMOLED 6,57 inci dengan grafis dinamis, menonjolkan kamera 50MP dan baterai besar 7000mAh.

Realme 16 5G Siap Debut Global: Baterai 7000mAh dan Chipset Dimensity 6400 Turbo Jadi Andalan

oleh Hasrul Ekoin
1 Februari 2026
0

Realme menonjolkan kapasitas baterai 7000mAh, lengkap dengan fast charging 60W. Smartphone ini juga dilengkapi sistem pendingin vapor chamber 6050mm² dan...

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya. Ini Penjelasan Ilmiahnya (Foto: DetikFood)

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

oleh Akmal Solihannoer
1 Februari 2026
0

Ekoin.co - Buah durian dikenal luas sebagai buah tropis dengan rasa khas dan kandungan gizi yang tinggi. Di sisi lain,...

Post Selanjutnya
Prabowo dan Macron Bahas Solusi Damai Palestina-Israel

Prabowo dan Macron Bahas Solusi Damai Palestina-Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.