EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA LINGKUNGAN
Perbandingan Pulau Raja Ampat sebelum dan sesudah tambang nikel, terlihat hutan alami berubah menjadi lahan terbuka akibat aktivitas pertambangan.

Visual perbandingan Pulau Raja Ampat sebelum dan sesudah adanya aktivitas tambang nikel.

#SaveRajaAmpat Trending di Medsos, Tambang Nikel Jadi Sorotan

Tagar #SaveRajaAmpat trending di X. Publik soroti ancaman tambang nikel di Raja Ampat yang merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.

Syihana oleh Syihana
6 Juni 2025
Kategori LINGKUNGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Tagar #SaveRajaAmpat trending di media sosial X sejak 4 Juni 2025 dan kini, per 6 Juni 2025, menduduki peringkat kedua. Gelombang dukungan muncul sebagai reaksi atas kekhawatiran terhadap eksploitasi tambang nikel yang dinilai merusak lingkungan serta mengancam kehidupan masyarakat lokal di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Aksi protes terhadap tambang nikel disuarakan secara terbuka dalam bentuk unjuk rasa damai yang digelar oleh Greenpeace Indonesia dan empat pemuda asal Papua. Aksi ini berlangsung di Jakarta pada 3 Juni 2025, bertepatan dengan Indonesia Critical Minerals Conference 2025. Para aktivis membentangkan spanduk bertuliskan “What’s the True Cost of Your Nickel?”, “Nickel Mines Destroy Lives”, dan “Save Raja Ampat from Nickel Mining”. Aksi tersebut menarik perhatian peserta konferensi, termasuk saat Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno menyampaikan pidato pembukaan.

Menurut Greenpeace, proyek hilirisasi nikel yang dijalankan pemerintah berisiko menghancurkan ekosistem alam, seperti yang telah terjadi di Morowali dan Halmahera, dan kini menjalar ke Raja Ampat.

“Ketika pemerintah dan pelaku industri sibuk membicarakan masa depan nikel, masyarakat di akar rumput justru menanggung beban kerusakannya. Hutan ditebang, tanah dikeruk, laut tercemar, dan masyarakat lokal terpinggirkan,” ucap Iqbal Damanik, aktivis lingkungan dari Greenpeace Indonesia.

Seberapa Parah Ancaman Tambang terhadap Ekosistem Laut Raja Ampat?

Raja Ampat memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia dengan 574 spesies terumbu karang dan 553 jenis ikan. Namun, deforestasi dan sedimentasi akibat tambang mengganggu keseimbangan ekosistem tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

Greenpeace mencatat, sepanjang 2024 aktivitas tambang nikel sudah menjangkau pulau-pulau kecil seperti Gag, Kawe, dan Manuran di Raja Ampat, yang bertentangan dengan UU No. 1 Tahun 2014. Lebih dari 500 hektare hutan hilang, sedangkan limbah tambang mencemari laut dan merusak terumbu karang.

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Papua Barat Daya, dua perusahaan aktif yang menjalankan tambang nikel di Raja Ampat, yaitu PT GAG Nikel dan PT Kawei Sejahtera Mining. Kedua perusahaan ini telah mengantongi izin usaha sejak sebelum pemekaran wilayah Papua Barat Daya.

Menurut Auriga Nusantara, area tambang di Raja Ampat telah meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun menjadi lebih dari 22.000 hektare. Ekspansi ini menyebabkan kerusakan hutan, pencemaran air, dan ancaman terhadap satwa langka seperti penyu sisik dan pari manta.

Ronisel Mambrasar dari Aliansi Jaga Alam Raja Ampat mengungkapkan bahwa aktivitas tambang membawa dampak luas, tak hanya terhadap alam, tetapi juga terhadap hubungan antarwarga.

“Tambang nikel di kampung kami bukan hanya mengancam laut sebagai sumber hidup, tapi juga memecah hubungan sosial di antara warga,” ujarnya.

Apa Langkah Pemerintah Menanggapi Protes dan Kekhawatiran Publik?

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti potensi konflik antara industri tambang nikel dan keberlanjutan sektor pariwisata di Raja Ampat. Ia menyampaikan perlunya perhatian terhadap maraknya pertambangan yang menimbulkan keresahan masyarakat dan aktivis lingkungan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan rencana evaluasi terhadap aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat.

“Saya akan evaluasi, akan ada rapat dengan dirjen saya. Saya akan panggil pemiliknya, mau BUMN atau swasta,” ucapnya di Jakarta.

Bahlil menambahkan bahwa Papua sebagai wilayah dengan status otonomi khusus membutuhkan perlakuan berbeda dalam kebijakan industri ekstraktif. Ia membuka kemungkinan pembangunan smelter dilakukan di wilayah Papua untuk mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Kami harus menghargai, karena Papua itu kan ada otonomi khusus, jadi perlakuannya juga khusus. Nanti saya pulang akan evaluasi,” ujarnya.

Tags: biodiversitas lautdeforestasiekosistem lautGreenpeace Indonesiakerusakan lingkungankonflik tambangmasyarakat adatnikel IndonesiaPapua Barat Dayapariwisata Raja Ampatpencemaran lautpertambangan pulau kecilperubahan iklimSave Raja Ampattambang nikel
Post Sebelumnya

Tips Sehat Alami Tanpa Konsumsi Obat

Post Selanjutnya

Pro dan Kontra Uji Klinis Vaksin TBC di Indonesia

Syihana

Syihana

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto pidato di depan Anggota Rakornas sinergi pemerintah pusat dan daerah soal sampah

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Bogor,Ekoin.co – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal buruknya penanganan sampah di Indonesia. Di hadapan seluruh kepala daerah...

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

oleh Ridwansyah
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar mencari solusi untuk menangani persoalan...

Mayoritas korporasi penyebab bencana Sumatera meiliki rekam jejak konflik agraria serius. Ilustrasi/KPA

Mayoritas Korporasi Penyebab Bencana Sumatera Punya Rekam Jejak Buruk, Berikut Daftarnya

oleh Erwin C. Sihombing
23 Januari 2026
0

Penyelesaian konflik agraria dan penataan monopoli tanah dapat dipercepat dengan memaksimalkan kerja Panitia Khusus Penyelesaian Konflik Agraria (PKA), dengan memanggil...

BMKG peringatkan cuaca ekstrem sampai akhir Januari 2026

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akhir Januari, Hujan Lebat dan Banjir hingga Tanah Longsor

oleh Yudi Permana
21 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah...

Post Selanjutnya
Pro dan Kontra Uji Klinis Vaksin TBC di Indonesia

Pro dan Kontra Uji Klinis Vaksin TBC di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.