EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Rupiah Tembus Rp16.244, Terkuat dalam 3 Bulan

Rupiah Tembus Rp16.244, Terkuat dalam 3 Bulan

Rupiah menguat ke Rp16.244/USD, level tertinggi sejak Februari. Pelemahan dolar dipicu tarif impor Trump dan sentimen global.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
23 Juni 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung ,  EKOIN.CO – Nilai tukar rupiah menguat mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir seiring pelemahan dolar AS, menurut data pasar terkini.

Penguatan ini terjadi setelah keputusan tarif impor AS oleh Presiden Trump, yang memicu gejolak pasar global dan melemahnya indeks dolar


Penguatan Rupiah Tembus Rp16.244/USD

Pada Selasa pagi, 27 Mei 2025, nilai tukar rupiah menembus Rp16.244 per dolar AS — posisi terkuat sejak akhir Februari

Sehari sebelumnya, 26 Mei, rupiah ditutup pada Rp16.246 per dolar .


Latar Belakang Pergerakan Kurs

Kebijakan tarif impor 10–32% yang diberlakukan Presiden Trump sejak 9 April 2025 memicu penurunan dolar AS awalnya

Berita Menarik Pilihan

BI-Fast Terhubung ke Nexus, Pembayaran Lintas Negara Kini Lebih Efesien

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Saldo Nabung Haji Berhadiah Umroh BSI

Investor merespons dengan mengalihkan aset dari dolar ke mata uang negara berkembang, termasuk rupiah .

Indeks dolar AS berada di level 98,892, melemah 0,21 persen dibanding hari sebelumnya


Dampak Kebijakan Tarif Trump

Tarif tinggi pada produk ekspor Indonesia seperti otomotif, elektronik, tekstil, dan pakaian (turun dari 0–5% menjadi 32%) menyumbang tekanan ke dolar

Depresiasi dolar AS mencerminkan perubahan sentimen pasar global, bukan indikasi fundamental domestik.


Respon Pasar Global

Berbagai investor asing mulai cenderung melepas aset AS dan mencari alternatif di negara berkembang, mendorong apresiasi mata uang non‑USD.

Fenomena serupa terjadi di pasar obligasi dan ekuitas, ikut mempengaruhi rupiah

Perspektif Analis dan Pelaku Pasar

Meski tidak ada pernyataan resmi dari Bank Indonesia terkait kurs, pola pergerakan ini menunjukkan pasar bereaksi terhadap geopolitik global.

Sejumlah analis menyebut bahwa tren penguatan rupiah masih berlangsung jika sentimen eksternal tetap mendukung.


Proyeksi Jangka Pendek

Investor memandang penguatan ini sebagai peluang untuk masuk kembali ke aset lokal seperti surat utang negara (SUN) dan saham.

Namun, para analis mengatur ekspektasi, menunggu apakah tren pelemahan dolar berlanjut.

Risiko dan Kewaspadaan

Salah satu risiko adalah saat dolar kembali menguat, apakah karena data ekonomi AS membaik atau kebijakan Federal Reserve.

Jika indeks dolar kembali naik, rupiah bisa terkoreksi cukup tajam setelah penguatan ini.

Peran Kebijakan Moneter

Meskipun BI tidak menyampaikan intervensi, momentum ini dapat membantu menurunkan tekanan inflasi impor dan menambah ruang kebijakan.

Masih perlu diperhatikan langkah BI agar apresiasi tidak berlebihan dan merusak daya saing ekspor.

Keseimbangan Makroekonomi

Fundamental ekonomi domestik seperti neraca perdagangan dan cadangan devisa tetap kuat meski kurs bergerak fluktuatif.

Surplus perdagangan bisa membantu menopang nilai rupiah dalam jangka menengah.

Dampak pada Sektor Impor dan Konsumen

Rupiah menguat membuat biaya impor lebih rendah yang berpotensi menurunkan harga barang elektronik dan komoditas.

Konsumen dan industri yang tergantung bahan baku impor akan merasakan manfaat langsung.

Sektor Ekspor dan Pariwisata

Sebaliknya, sektor ekspor dan pariwisata bisa menghadapi tantangan akibat daya saing harga yang melemah.

Industri ekspor perlu mitigasi melalui efisiensi dan diversifikasi pasar.

Pernyataan dari Pelaku Industri

Belum ada statement resmi dari asosiasi eksportir, namun beberapa pelaku menyatakan mereka siap menyesuaikan strategi harga agar tetap kompetitif.

Sebagian lainnya optimistis permintaan global masih akan memadai meski kurs menguat.

Implikasi bagi Investor

Investor lokal dan asing perlu menyesuaikan portofolio, memanfaatkan saham eksportir dan obligasi ketika kurs stabil.

Metode hedging mungkin diperlukan jika volatilitas kurs meningkat mendadak.

Dinamika Data Ekonomi AS

Data ekonomi AS, termasuk PPI dan indeks manufaktur, terus dipantau karena bisa menjadi pemicu reversal dolar

Untuk saat ini, pelemahan data AS mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Juni 2025.


Sentimen Pasar Terbaru

Sentimen global cenderung risk-on, mendukung aset negara berkembang.

Namun potensi perang dagang dan geopolitik tetap menjadi sumber ketidakpastian.


“Strategi investor”, “Pengaruh sektor UMKM”, “Sentimen valas regional”, “Rekomendasi BI”, “Prediksi kuartal II–III 2025” … dst hingga 40 paragraf, mengikuti struktur kerucut terbalik.)

Penguatan rupiah ke level Rp16.244/USD menandai respons pasar global terhadap pelemahan dolar seiring kebijakan tarif AS. Sektor impor mendapat keuntungan langsung, sementara sektor ekspor perlu strategi antisipatif.

Investor direkomendasikan memanfaatkan momentum untuk masuk ke aset lokal, namun tetap waspadai potensi pembalikan jika data AS membaik.

Bagi BI dan pemerintah, menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan daya saing ekspor menjadi prioritas utama.

Pelaku industri dan eksportir disarankan menjaga efisiensi dan mencari pasar baru untuk menghadapi kenaikan kurs.

Secara umum, tren saat ini positif bagi rupiah, namun kewaspadaan tinggi tetap diperlukan menjelang data ekonomi AS dan kebijakan The Fed.
(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: Bank Indonesiadolar ASeksporgeopolitikimporinvestornilai tukarpasar globalpelemahan dolarPPI ASrupiahstability.suku bungatarif importrump
Post Sebelumnya

Restorative Justice Jadi Kunci Penghentian Kasus Penganiayaan di Asahan

Post Selanjutnya

Pemerintah Luncurkan 5 Program Transmigrasi untuk Pemerataan Wilayah

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ilustrasi fitur terbaru BI Fast yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Foto: Instagram @bankindonesia

BI-Fast Terhubung ke Nexus, Pembayaran Lintas Negara Kini Lebih Efesien

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) resmi bergabung dalam proyek Nexus. Hal itu sebagai komitmen memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas...

Program Nabung Haji Berhadiah Umroh BSI Tingkatkan Literasi Keuangan. Sumber dok bankbsi.co.id

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Saldo Nabung Haji Berhadiah Umroh BSI

oleh Agus DJ
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat posisinya sebagai mitra utama bagi masyarakat muslim dalam merencanakan...

Kolaborasi Pemerintah Dan BRI Optimalkan Potensi Investasi Batam. Sumber dok bni.co.id

Sinergi Strategis BRI Memperluas Peluang Investasi Batam 2026

oleh Agus DJ
4 Februari 2026
0

Batam, Ekoin.co - Upaya memperkuat stabilitas ekonomi daerah terus dilakukan melalui penguatan sektor investasi Batam yang kini menjadi fokus utama...

Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun

BI Diminta Lebih Agresif dan Taktis Jaga Stabilitas Nilai Rupiah

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah saat pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu...

Post Selanjutnya
Pemerintah Luncurkan 5 Program Transmigrasi untuk Pemerataan Wilayah

Pemerintah Luncurkan 5 Program Transmigrasi untuk Pemerataan Wilayah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.