EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Pertanian Masa Depan: Bakteri Jadi Solusi Ramah Lingkungan

Sumber dok ugm.ac.id

Pertanian Masa Depan: Bakteri Jadi Solusi Ramah Lingkungan

Prof. Tri Joko menekankan pentingnya pemanfaatan bakteri sebagai agen pengendali hayati yang mampu menggantikan pestisida sintetis dalam sistem pertanian berkelanjutan.

Agus DJ oleh Agus DJ
4 Juli 2025
Kategori BERANDA, EDUKASI, LINGKUNGAN, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemanfaatan bakteri dalam dunia pertanian tidak hanya terbatas sebagai penyebab penyakit tanaman, tetapi juga menjadi solusi alternatif yang menjanjikan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Bakteriologi Tumbuhan, Selasa (1/7), di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Dalam penjelasannya, Tri menyebutkan bahwa sejak ditemukannya penyakit hawar api (fire blight) pada tanaman pir oleh Thomas Jonathan Burrill pada tahun 1878, studi bakteriologi tumbuhan terus berkembang. Penyakit tumbuhan akibat bakteri dapat menyebabkan kerugian global hingga US$ 49,6 milyar per tahun.

Tri menegaskan bahwa bakteri tidak selalu merugikan. Beberapa jenis bakteri justru berfungsi sebagai agen pengendali hayati yang dapat mengenyahkan hama tanaman. “Bakteri sudah banyak dimanfaatkan untuk mengendalikan serangga hama maupun nematoda parasit tumbuhan,” ujar Tri di hadapan civitas akademika UGM.

Jenis-jenis bakteri seperti Bacillus, Streptomyces, dan Pseudomonas dikenal sebagai agen pengendali hayati (APH). Penggunaan bakteri ini dinilai efektif dalam mengendalikan penyakit penting pada tumbuhan, serta memberikan manfaat tambahan dalam menjaga kesuburan dan produktivitas tanah.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan hasil riset yang menunjukkan bahwa bakteri tidak hanya bekerja secara langsung. Melalui proses pensinyalan biokimia di daerah perakaran (rizosfer), bakteri mampu meningkatkan kesehatan tanaman secara tidak langsung.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

Peran Bakteri dalam Pertanian Berkelanjutan

Tri juga memaparkan konsep pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan bakteri. Dengan pendekatan ini, penggunaan pupuk dan pestisida sintetis dapat ditekan secara signifikan.

Ia menambahkan bahwa penggunaan bakteri sebagai plant growth promoting bacteria (PGPB) akan lebih berhasil apabila dikelola secara tepat. Interaksi antara bakteri dan tanaman telah mengalami evolusi menuju keseimbangan mutualistik.

“Pemanfaatan bakteri yang terintegrasi dengan teknik pengelolaan penyakit dapat menjadi pendekatan pertanian berkelanjutan,” kata Tri. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap proses biologis ini.

Tri juga menyinggung bahwa keseimbangan ekosistem tanah dan kesehatan tanaman sangat bergantung pada keberadaan mikroorganisme yang bersimbiosis dengan akar tanaman. Oleh karena itu, riset mengenai mikroba tanah masih perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam acara tersebut, Tri mendapatkan penghargaan dan ucapan selamat dari kolega dan mahasiswa. Pidato ilmiahnya menjadi penegasan komitmen UGM dalam mengembangkan riset berbasis keberlanjutan di sektor pertanian.

Penelitian dan Kolaborasi Mendatang

Ke depan, Tri berharap lebih banyak penelitian multidisiplin dilakukan untuk menjawab tantangan kerusakan lingkungan akibat pertanian intensif. Menurutnya, bakteri bisa menjadi jawaban dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Ia mendorong kolaborasi antara akademisi, petani, dan pemerintah dalam menerapkan hasil riset ke lapangan. “Keberhasilan pengendalian hayati sangat ditentukan oleh pemahaman ekologi mikroba secara praktis dan aplikatif,” ujar Tri.

Universitas Gadjah Mada melalui Fakultas Pertanian berkomitmen untuk terus mendorong riset inovatif dalam bidang mikrobiologi tanah. Salah satu fokus ke depan adalah pengembangan isolat bakteri lokal yang adaptif di berbagai jenis lahan pertanian di Indonesia.

Pemanfaatan bakteri dalam dunia pertanian membuka peluang besar bagi terciptanya sistem produksi pangan yang berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis, tetapi juga meningkatkan kesehatan ekosistem secara menyeluruh.

Konsep pertanian berbasis mikroba menempatkan tanah sebagai sistem hidup yang memerlukan perawatan dan pemahaman mendalam. Dengan riset yang berkelanjutan dan dukungan lintas sektor, Indonesia dapat menjadi pionir dalam pertanian ramah lingkungan berbasis bioteknologi mikroba.

Peran penting akademisi seperti Prof. Tri Joko dalam mendiseminasikan ilmu bakteriologi tumbuhan menjadi pendorong kuat bagi terciptanya pertanian masa depan yang tangguh, efisien, dan berwawasan ekologis.(*)

Tags: Bacillusbakteri antagonisbakteriologi tumbuhanekosistem tanahFakultas Pertanianfire blighthama tanamanisolat lokalmikroba tanahpengendalian hayatipengukuhan guru besarpertanian berkelanjutanplant growth promoting bacteriaPseudomonas.rizosferStreptomycesTri JokoUGM
Post Sebelumnya

Di Persidangan, Ketua RT Ungkap Temuan Penyidik Rp20,1 Miliar di Rumah Eks Ketua PN Surabaya

Post Selanjutnya

Observatorium Tertinggi di RI Hadir di Jakarta

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026, seluruh siswa kelas XII...

Presiden Prabowo Subianto pidato di depan Anggota Rakornas sinergi pemerintah pusat dan daerah soal sampah

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Bogor,Ekoin.co – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal buruknya penanganan sampah di Indonesia. Di hadapan seluruh kepala daerah...

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

Ketua DPRD DKI Khaerudin Desak Gubernur Pramono Segera Cari Solusi Soal RDF Plant Rorotan

oleh Ridwansyah
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar mencari solusi untuk menangani persoalan...

Post Selanjutnya
Observatorium Tertinggi di RI Hadir di Jakarta

Observatorium Tertinggi di RI Hadir di Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.