Jakarta, EKOIN.CO – Rayhan Adri Fulvian, mahasiswa Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB), mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Ia terpilih sebagai penerima ExxonMobil Upstream Research Co. Scholarship dari Society of Exploration Geophysicists (SEG) pada Selasa, 10 Juni 2025.
Beasiswa prestisius ini diberikan kepada mahasiswa di bidang geosains dari berbagai negara, berdasarkan potensi akademik serta dedikasi dalam pengembangan ilmu kebumian, khususnya geofisika. Adri menjadi salah satu dari sedikit mahasiswa undergraduate yang berhasil lolos seleksi ketat tersebut.
Pada periode sebelumnya, sebanyak 66 dari 375 pendaftar dinyatakan lolos seleksi. Namun, hanya 19 mahasiswa dari kategori undergraduate yang diterima, atau sekitar 13 persen dari total 145 pendaftar pada kategori tersebut.
Penerima beasiswa tersebar dari sejumlah negara seperti Austria, Kanada, Tiongkok, Prancis, India, Nigeria, Norwegia, Amerika Serikat, hingga Indonesia. Dominasi mahasiswa graduate menjadi tantangan tersendiri bagi peserta dari tingkat undergraduate.
Prestasi Adri menjadi lebih istimewa karena ia mewakili SEG ITB Student Chapter (SC). Terakhir kali perwakilan dari SEG ITB SC menerima beasiswa ini terjadi pada tahun 2021.
Dukungan ExxonMobil dan Persiapan Ketat
Beasiswa ini disponsori oleh ExxonMobil Upstream Research Company, yang dikenal aktif dalam riset eksplorasi bawah permukaan. Salah satu inovasinya, teknologi Controlled Source Electromagnetic (CSEM), memperoleh penghargaan SEG Distinguished Achievement Award pada 2007.
Dalam proses seleksi, Adri menyusun esai reflektif dan melengkapi dokumen seperti transkrip nilai, curriculum vitae, serta surat rekomendasi. Ia juga mengungkapkan ketertarikannya pada geosains sejak SMA melalui partisipasinya di Olimpiade Sains Nasional Geografi.
Adri menyoroti kurangnya perhatian terhadap pengembangan geosains di Indonesia. Menurutnya, bidang ini sangat potensial namun minim dukungan, baik dari segi edukasi maupun infrastruktur penelitian.
“Saya sudah menyukai geosains sejak SMA, dari ikut OSN Geografi. Tapi terus merasa bidang ini kurang dilirik, padahal potensinya besar sekali untuk negeri ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan minatnya pada pemodelan maar lake dengan data magnetik dan menyebutkan tiga mata kuliah favoritnya: Fieldwork, Geological Hazard Analysis, dan Economical Geophysics and Management.
Tiga Skema Beasiswa Tambahan
Selain beasiswa utama, Adri juga mencalonkan diri dalam SEG Restricted Scholarships. Terdapat tiga kategori yang ia lamar, masing-masing dengan fokus yang berbeda dan latar belakang pengalaman khusus.
Pertama, SEG/Gerald W. Hohmann Scholarship yang berfokus pada metode elektromagnetik, berdasarkan pengalaman Adri di kuliah lapangan dan kegiatan pengabdian masyarakat. Kedua, SEG/Gary and Lorene Servos Scholarship untuk eksplorasi air tanah.
Ketiga adalah SEG Educational Equity Scholarship, dengan latar belakang Indonesia sebagai negara yang memiliki keterbatasan akses terhadap edukasi dan riset geofisika. Adri menilai ketimpangan ini perlu segera dijembatani.
“Saya ikut berpartisipasi karena pengalaman saya dalam pengaplikasian geoelectrical method di lapangan dan sempat terlibat juga di kegiatan pengmas yang ngulik air tanah,” katanya.
Menurut Adri, Indonesia masih belum cukup dilibatkan dalam peta global geosains, meskipun memiliki sumber daya yang sangat melimpah dan beragam.
Penelitian Ranu Grati dan Harapan untuk ITB
Saat ini, Adri tengah menyelesaikan tugas akhir mengenai potensi dan karakteristik maar lake di kawasan Ranu Grati, Jawa Timur. Riset ini berfokus pada pemanfaatan data magnetik untuk memahami struktur dan aktivitas bawah permukaan.
Ia juga aktif mengikuti kegiatan sosial dan kolaboratif lintas disiplin. Menurutnya, geosains tidak boleh berdiri sendiri, tetapi harus dapat menyentuh isu lingkungan dan edukasi masyarakat.
“Semoga ke depannya, akan lebih banyak teman-teman dari ITB yang melanjutkan. Proses itu penting, menunjukkan arah dan kontribusi yang mau kita bawakan melalui keilmuan geofisika,” ujarnya menutup pernyataan.
Prestasi Rayhan Adri Fulvian menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di panggung internasional. Keberhasilannya dalam memperoleh beasiswa SEG menunjukkan kualitas akademik dan dedikasi yang tinggi dalam bidang geosains.
Pencapaian ini tidak hanya membanggakan pribadi Adri, tetapi juga membawa nama baik ITB serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan akademik dan riset global. Langkah Adri membuka peluang baru bagi mahasiswa lainnya untuk mengikuti jejak serupa.
Lebih dari sekadar beasiswa, perjalanannya mencerminkan pentingnya peran generasi muda dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan tantangan sosial dan lingkungan. Harapan besar dititipkan agar ilmu geofisika berkembang luas di Indonesia.(*)





