Jakarta, EKOIN.CO – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan tinggi yang merata. Dalam satu tahun terakhir, lebih dari seribu mahasiswa telah menerima bantuan beasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K).
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD, mengungkapkan bahwa KIP-K ditujukan untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Program ini mencakup pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan bantuan hidup sebesar Rp 7,5 juta per semester.
Menurutnya, KIP-K adalah bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang telah dijalankan sejak tahun 2020. ITS turut mengambil peran aktif dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.
“Sebagai institusi pendidikan, kampus juga mempunyai tanggung jawab memastikan mahasiswa kurang mampu tetap berkuliah tanpa terbebani biaya,” ujar Nurul saat ditemui di kampus ITS Surabaya, Senin (8/7).
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, ITS juga memberikan pendampingan bagi para penerima beasiswa. Mulai dari bimbingan akademik, pengembangan diri, hingga pemantauan prestasi secara berkala dilakukan untuk menjaga kualitas dan daya saing mahasiswa.
Peningkatan Jumlah Penerima dan Dana
Kepala Subbagian Layanan Mahasiswa dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan ITS, Friana Ekawati, menuturkan bahwa jumlah penerima KIP-K mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 851 mahasiswa, sementara di tahun 2024 meningkat menjadi 1.096 mahasiswa.
“Peningkatan ini mencapai sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Friana dalam sesi temu media di Direktorat Kemahasiswaan ITS, Rabu (10/7).
Untuk tahun 2025, kuota resmi dari Kemendikbudristek masih menunggu penetapan. Namun, ITS telah mencatat sebanyak 319 mahasiswa dari jalur SNBP dan 301 mahasiswa dari jalur SNBT sebagai penerima sementara.
Selain jumlah penerima, anggaran yang digunakan juga mengalami kenaikan. Pada 2023, ITS mengalokasikan Rp 77 miliar, sementara hingga pertengahan 2024 tercatat mencapai Rp 92 miliar.
“Angka ini belum final, karena pendaftaran KIP-K tahap berikutnya masih akan dibuka,” tambah Friana.
Berbagai Dukungan Tambahan dari ITS
ITS juga menyediakan alternatif beasiswa lain bagi mahasiswa yang belum lolos seleksi KIP-K. Skema ini melibatkan dukungan dari pemerintah daerah, BUMN, industri, yayasan, dan para alumni ITS.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Beasiswa Asih, yakni program donasi terbuka yang memungkinkan dosen, alumni, dan masyarakat umum berkontribusi mendukung mahasiswa.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang terhenti kuliahnya karena alasan ekonomi,” tegas Friana menambahkan.
Program ini memperlihatkan sinergi antara lembaga, masyarakat, dan sektor lain dalam mendukung kelangsungan pendidikan generasi muda di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi ini, ITS berharap semua pihak dapat turut serta menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
ITS menunjukkan peran nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa KIP-K yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dukungan tidak hanya berupa bantuan finansial, tapi juga pendampingan dan pengembangan diri yang terukur.
Meningkatnya jumlah penerima dan total dana yang dialokasikan menjadi indikator bahwa ITS berkomitmen untuk menghapus hambatan ekonomi dalam pendidikan. Langkah ini juga selaras dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya dalam hal pendidikan berkualitas.
Upaya ITS tidak berhenti pada program pemerintah. Melalui beasiswa internal dan kontribusi masyarakat seperti Beasiswa Asih, ITS menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata urusan negara.(*)





