Jakarta, EKOIN.CO – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melakukan langkah penghematan dalam anggaran pendidikan. Dana hasil efisiensi ini disebut tetap digunakan untuk memperkuat investasi pendidikan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital. Gabung WA Channel EKOIN.
Usai meninjau SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025), Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana besar untuk sektor pendidikan, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal karena masih banyak kebocoran.
“Kita sadar sendiri, kekurangan-kekurangannya banyak. Tapi kita sudah, kita jangan mikir yang lalu, kita perbaiki yang sekarang. Sekarang kita all out, kita mau hemat, kita mau selamatkan sumber daya kita, kita harus, harus kita berantas korupsi,” ujar Prabowo dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo, penghematan yang dilakukan bukan berarti pemotongan dana, melainkan pengalihan anggaran agar lebih tepat sasaran. “Sisa uang yang begitu banyak kita investasi kepada pendidikan, kepada anak-anak kita dalam masa depan kita,” lanjutnya.
Investasi Pendidikan Berbasis Teknologi
Prabowo menekankan bahwa penguatan investasi pendidikan harus berorientasi pada pemanfaatan teknologi. Ia mencontohkan penggunaan smart digital screen atau layar digital pintar yang akan disalurkan ke sekolah-sekolah.
Rencana awal pemerintah adalah menyalurkan layar digital ke 330 sekolah, namun hingga November 2025 ditargetkan 100 ribu sekolah sudah menerima. Untuk tahap awal, setiap sekolah akan mendapatkan satu perangkat layar digital.
“Tahun depan kita tambah satu sekolah, tiga layar. Idealnya nanti satu kelas, satu layar. Di situ pelajaran-pelajaran dengan kontennya, dengan konten yang terbaik, animasi, dan kita bisa long distance education, tele-education,” kata Prabowo.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mendukung daerah-daerah terluar dan terpencil, termasuk wilayah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Surabaya yang masih kekurangan tenaga pengajar atau memiliki keterbatasan dalam penataran guru.
Anggaran Pendidikan 2026 Naik
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, alokasi anggaran pendidikan tahun 2025 mencapai Rp724,3 triliun. Untuk tahun 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp757,8 triliun, atau naik 9,8 persen dibanding outlook 2025 sebesar Rp690 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa kenaikan anggaran pendidikan merupakan wujud komitmen menjaga porsi belanja minimal 20 persen dari total APBN, sesuai amanat konstitusi.
“Anggaran pendidikan sesuai dengan yang disampaikan DPR dan amanat konstitusi kita 20 persen dijaga terhadap keseluruhan belanja,” ujar Sri Mulyani, Senin (8/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa anggaran pendidikan 2026 diarahkan pada tiga kelompok penerima manfaat utama, yaitu siswa dan mahasiswa, tenaga pendidik, serta sarana-prasarana dan operasional pendidikan.
Pemerintah menilai strategi efisiensi yang dibarengi dengan peningkatan alokasi anggaran dapat memperkuat kualitas pendidikan Indonesia. Dengan pengelolaan yang lebih transparan dan dukungan teknologi, investasi pendidikan diharapkan mampu menjangkau lebih luas dan merata.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menjawab tantangan keterbatasan tenaga pengajar, tetapi juga menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif dengan perkembangan zaman.
Langkah Prabowo dalam menekankan efisiensi sekaligus peningkatan kualitas ini dinilai penting sebagai fondasi pendidikan jangka panjang, dengan harapan mampu membangun generasi yang lebih kompetitif.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





