Jakarta, Ekoin.co – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap IV Tahun 2026. Obligasi tersebut akan diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 612,75 miliar.
Nantinya, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan perseroan untuk pembayaran dipercepat atas seluruh pokok pinjaman sebesar US$ 20,45 juta atau setara Rp 347,34 miliar kepada Indies Special Opportunities III Ltd dan Indies Special Opportunities IV Ltd.
Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada 21 Januari 2026 sebesar Rp 16.981 per dolar AS.
Dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Modal kerja tersebut yang dimaksud untuk mendukung kegiatan operasional BUMI sehari-hari, antara lain mencakup biaya gaji dan tunjangan karyawan, biaya jasa profesional, biaya pajak, serta biaya keuangan.
Dilihat pada Informasi keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1), obligasi BUMI ini menawarkan tingkat bunga tetap 7,25% per tahun dengan tenor 3 tahun sejak tanggal emisi.
Untuk masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap IV Tahun 2026 akan berlangsung pada 9–13 Februari 2026, dengan penjatahan pada 18 Februari 2026.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan secara triwulanan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 20 Mei 2026, sementara pembayaran bunga terakhir sekaligus pelunasan pokok obligasi jatuh pada 20 Februari 2029.
Obligasi ini telah memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Dalam penerbitan obligasi tersebut, BUMI menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT BCA Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, serta PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat. (*)





