Serang, Ekoin.co – Provinsi Banten mulai menunjukkan keseriusannya untuk menjadi poros kekuatan olahraga baru di Indonesia. Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pembangunan prestasi olahraga harus dimulai dari penguatan ekosistem kompetisi usia dini yang berkelanjutan.
Hal tersebut ditegaskan saat membuka Kejuaraan Nasional Tenis Junior Piala Gubernur Banten 2026 di Lapangan Tenis Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Sabtu (31/1). Ajang ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan bagian dari desain besar pembinaan atlet muda menuju panggung internasional.
“Mudah-mudahan kita menjadi bangsa yang unggul dan tangguh, yang tercermin dalam prestasi olahraga. Kejuaraan ini dirancang melahirkan atlet kebanggaan bagi Banten dan Indonesia,” ujar Andra Soni di hadapan ratusan peserta.
Incar Tuan Rumah PON dan Dampak Ekonomi
Ambisi besar Banten tidak berhenti pada pembinaan, Andra Soni mengungkapkan bahwa saat ini Banten tengah bersiap mengajukan diri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) bersama Provinsi Lampung.
Penyelenggaraan berbagai kejurnas di tanah jawara dipandang sebagai simulasi kesiapan infrastruktur dan organisasi.
Selain aspek prestasi, Gubernur menekankan bahwa mendatangkan atlet dari seluruh penjuru negeri memberikan efek domino bagi ekonomi lokal.
“Penyelenggaraan kejuaraan nasional di Banten memberi dampak ekonomi nyata, mulai dari sektor jasa, akomodasi, hingga UMKM lokal yang terlibat di sekitar lokasi pertandingan,” tambahnya.
Diikuti 68 Daerah di Indonesia
Kejuaraan yang berlangsung hingga 4 Februari 2026 ini diikuti oleh 203 peserta dari 68 daerah di Indonesia. Ketua Panitia, Novriyadi Purwansyah, menjelaskan bahwa turnamen ini bertujuan memberikan pengalaman bertanding berkualitas yang selama ini sulit didapatkan atlet jika tidak pergi ke luar daerah.
“Ini adalah wadah pembinaan berjenjang untuk membangun mental juara sejak dini. Kami ingin memperkuat ekosistem olahraga sekaligus mendorong pergerakan ekonomi daerah,” kata Novriyadi.
Dengan tingginya antusiasme peserta, ajang ini diharapkan menjadi standarisasi baru bagi penyelenggaraan turnamen tenis junior di Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Banten sebagai destinasi olahraga nasional.





