Percepatan Reformasi Pasar Modal, OJK Mulai Berlakukan Free Float 15 untuk Emiten Baru
Jakarta, Ekoin.co – Bagian percepatan reformasi integrasi pasar modal. OJK mulai memberlakukan batas minimum saham beredar bebas alias free float menjadi 15%.
Free float 15 persen mulai berlaku untuk emiten. Sementara emiten diberi tenggat waktu untuk masa transisi.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menjelaskan kebijakan baru free float15% sesuai standar global. Wanita yang akrab dipanggil Kiki mengungkapkan kebijakan baru free float tersebut berlaku untuk emiten yang akan melakukan penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).
“Sedangkan bagi emiten eksisting akan diberikan masa transisi agar dapat melakukan penyesuaian dengan wajar,” jelas Kiki dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin (2/2/2026).
Kiki memastikan implementasi kenaikan batas minimal free float ini akan ada tahapannya. Kenaikan batas saham beredar bebas ini diharapkan bisa selaras dengan standar global.
Saat ini telah ada ketentuan peraturan yang juga bisa menjadi langkah strategis bagi emiten atau perusahaan tercatat untuk bisa menaikkan jumlah saham free float
Bagi perusahaan tercatat bisa melakukan aksi korporasi seperti rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), private placement atau Non-HMETD dan MESOP (Management and Employee Stock Option Program).
“Pemegang saham emiten juga bisa mendukung peningkatan free float melalui tindakan berupa penawaran umum oleh pemegang saham, divestasi dan konversi dari kepemilikan dalam bentuk script ke scriptless,” ucapnya.
Kebijakan free float telah dibicarakan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR pada Desember 2025. Saat itu OJK menghitung kapitalisasi pasar yang harus diserap pasar mencapai Rp 203 triliun dari 327 emiten yang terdampak jika free float dinaikkan menjadi 15%.
Dengan kenaikan minimal free float menjadi 15%, rata-tata fee float dari masing-masing emiten berada di kisaran 30,22%. Namun angka ini belum bisa membuat posisi BEI setara dengan bursa regional.
Rasio saham free float di bursa Singapura yaitu Straits Times Index (STI) berada di kisaran 68,92%. Indeks utama asal Thailand, yaitu SET50 Index punya rata-rata free float 47,72%. (*)























Tinggalkan Balasan