Bandung, Ekoin.co – Bank Mandiri mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bencana longsor Bandung Barat bagi masyarakat yang terdampak musibah di Kp. Pasir Langu, Cisarua. Perusahaan mengambil langkah cepat ini guna merespons kondisi darurat yang melanda wilayah tersebut pada akhir pekan lalu. Hingga Rabu, 28 Januari 2026, tim relawan Mandirian terus bergerak aktif di lapangan untuk memastikan seluruh logistik dasar menjangkau para pengungsi dengan aman dan tepat sasaran.
Musibah longsor yang melanda pada 24 Januari tersebut memang memberikan dampak yang cukup serius bagi ratusan warga sekitar. Selain merusak tempat tinggal, bencana ini mengakibatkan akses transportasi terganggu sehingga memerlukan penanganan yang sangat intensif dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, kehadiran bantuan berupa kebutuhan pokok menjadi sangat krusial bagi warga yang kini terpaksa menetap di posko pengungsian sementara.
Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat Nila Mayta Dwi Rihandjani menjelaskan bahwa aksi sosial ini melibatkan sinergi erat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat. Perusahaan telah menyiapkan beragam kebutuhan pokok dalam jumlah besar untuk didistribusikan ke berbagai titik terdampak. Bantuan tersebut meliputi 1.500 kilogram beras, 120 liter minyak goreng, serta 2.400 bungkus makanan siap saji yang siap dikonsumsi warga.
Selain bahan pokok tersebut, tim juga menyerahkan bantuan tambahan berupa gula pasir, sarden, dan teh celup untuk melengkapi kebutuhan gizi para pengungsi. Dalam keterangan resminya, Nila Mayta Dwi Rihandjani menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi merupakan kunci utama dalam manajemen kondisi darurat. Beliau menegaskan bahwa relawan Mandirian telah memperkuat sinergi dengan BPBD agar distribusi barang berlangsung secara cepat serta aman.
Bank Mandiri Optimalkan Sinergi Penanganan Dampak Longsor
Guna memastikan bantuan kemanusiaan bencana longsor Bandung Barat ini terserap optimal, seluruh paket bantuan dikoordinasikan terlebih dahulu melalui posko induk BPBD. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih penyaluran bantuan di lokasi yang sama sehingga pemerataan logistik dapat tercapai. Selain kepada warga sipil, dukungan ini juga ditujukan bagi para relawan yang masih berjibaku melakukan proses evakuasi dan tanggap bencana di lokasi tanah longsor.
Meskipun beberapa jalur distribusi utama sempat terhambat oleh kondisi cuaca yang ekstrem, tim lapangan tetap mengusahakan rute alternatif dengan bantuan aparat daerah setempat. Prioritas utama manajemen adalah memastikan bahwa setiap warga terdampak menerima bantuan yang paling mereka butuhkan saat ini tanpa hambatan yang berarti. Upaya ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga aspek kemanusiaan di tengah situasi sulit yang dialami oleh masyarakat Jawa Barat.
Relawan Mandirian tidak hanya sekadar mengantarkan barang, tetapi juga terjun langsung membantu operasional harian di posko-posko pengungsian. Mereka memberikan dukungan dalam proses evakuasi serta koordinasi lapangan agar alur informasi mengenai kebutuhan pengungsi tetap akurat. Rangkaian aksi nyata ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terus diakselerasi di wilayah rawan bencana.
Perusahaan secara konsisten melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di Cisarua guna menyiapkan langkah pendukung tambahan jika diperlukan sewaktu-waktu. Kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pemulihan psikologis dan fisik warga pasca bencana. Bank Mandiri bertekad untuk terus mendampingi warga melewati masa sulit ini melalui kehadiran yang proaktif dan berkelanjutan di titik-titik lokasi terdampak.
Bank Mandiri Akselerasi Program Tanggung Jawab Sosial
Pelaksanaan program TJSL ini menjadi bukti nyata bahwa sektor perbankan memiliki kepedulian tinggi terhadap ketahanan sosial masyarakat di wilayah operasionalnya. Melalui penyaluran bantuan yang terarah, diharapkan beban masyarakat Bandung Barat dapat sedikit berkurang di tengah keterbatasan akses akibat longsor. Nila Mayta Dwi Rihandjani mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi secara proaktif demi keamanan warga.
Hingga saat ini, proses distribusi masih terus berlangsung mengingat luasnya area terdampak di wilayah Kabupaten Bandung Barat yang berbukit. Petugas di lapangan tetap waspada terhadap potensi longsor susulan yang mungkin terjadi apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, penyediaan stok makanan darurat dalam jumlah banyak menjadi langkah antisipasi yang sangat tepat dilakukan oleh manajemen perbankan.
Dukungan moril juga terus mengalir dari para relawan kepada keluarga yang kehilangan harta benda akibat bencana alam tersebut. Selain kebutuhan pangan, ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi di pengungsian juga menjadi fokus pengawasan tim gabungan di lapangan. Pemerintah daerah pun mengapresiasi bantuan ini sebagai bentuk kepedulian sektor korporasi yang sangat responsif terhadap masalah sosial dan kebencanaan.
Bank Mandiri berjanji akan terus menjadi mitra yang handal bagi pemerintah dalam setiap upaya penanganan bencana di seluruh pelosok Indonesia. Melalui kekuatan jaringan dan relawan yang dimiliki, perusahaan optimis dapat memberikan kontribusi maksimal dalam proses rehabilitasi pasca bencana. Setiap langkah yang diambil senantiasa mengutamakan keselamatan jiwa serta pemenuhan hak-hak dasar bagi para penyintas longsor di Pasir Langu.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Pemerintah daerah sebaiknya segera melakukan pemetaan ulang terhadap wilayah rawan longsor di Cisarua guna mencegah jatuhnya korban jiwa pada masa mendatang. Masyarakat perlu tetap waspada dan mengikuti instruksi dari BPBD serta petugas lapangan saat berada di lokasi pengungsian maupun rumah masing-masing. Koordinasi antar lembaga harus terus ditingkatkan agar proses rehabilitasi infrastruktur jalan yang terputus dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin.
Dukungan dari sektor swasta lainnya sangat diharapkan dapat menyusul guna mempercepat pemulihan ekonomi lokal yang sempat lumpuh akibat terganggunya jalur transportasi. Pihak sekolah dan fasilitas kesehatan di sekitar lokasi bencana juga memerlukan perhatian khusus agar layanan publik bagi warga tetap berjalan normal. Edukasi mengenai mitigasi bencana secara mandiri bagi warga di lereng perbukitan harus menjadi agenda rutin pasca musibah ini mereda sepenuhnya.
Kesimpulannya adalah respons cepat dalam penyaluran bantuan kebutuhan pokok merupakan langkah awal yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup para pengungsi longsor. Sinergi antara perbankan melalui relawan Mandirian dan instansi pemerintah seperti BPBD terbukti efektif dalam mengatasi kendala distribusi di lapangan yang sulit. Bantuan ini tidak hanya berupa barang fisik semata tetapi juga simbol kehadiran negara dan sektor usaha bagi masyarakat yang tertimpa musibah.
Keberhasilan manajemen dalam menembus jalur alternatif menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap misi kemanusiaan di wilayah Jawa Barat yang menantang secara geografis. Program TJSL yang dijalankan secara konsisten akan memberikan dampak positif bagi reputasi perusahaan serta mempererat ikatan sosial dengan masyarakat setempat. Penanganan bencana yang terpadu akan menjadi standar baru dalam pengelolaan risiko lingkungan bagi korporasi besar di Indonesia.
Upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Bandung Barat harus terus didorong agar masyarakat memiliki ketangguhan dalam menghadapi dinamika alam yang tidak menentu. Dengan adanya dukungan logistik yang memadai, fokus warga dapat beralih pada upaya pembersihan rumah dan pemulihan aktivitas ekonomi secara perlahan. Kehadiran Bank Mandiri di lokasi bencana menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk saling bahu-membahu demi kemanusiaan dan kebangkitan daerah terdampak.(*)





