Dubai, Ekoin.co – Pertandingan Shabab Al Ahli Dubai menghadapi Al Hilal Saudi pada lanjutan fase grup AFC Champions League Elite 2025/2026 berakhir imbang tanpa gol. Laga yang digelar di Rashid Stadium, Dubai, pada Senin (9/2/2026) malam WIB berlangsung dengan tensi tinggi sepanjang 90 menit, namun kedua tim tidak mampu memanfaatkan peluang yang tercipta.
Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam persaingan klasemen grup kompetisi antarklub tertinggi Asia tersebut. Kedua tim sama-sama menargetkan kemenangan untuk memperbesar peluang lolos ke fase berikutnya. Meski demikian, hasil akhir memaksa masing-masing klub berbagi satu poin.
Sejak peluit awal dibunyikan, tempo pertandingan langsung meningkat. Shabab Al Ahli mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu melalui pergerakan Guilherme Bala di sisi sayap. Serangan tersebut kemudian diikuti João Marcelo dan Mohammad Juma yang berupaya menekan lini pertahanan Al Hilal.
Upaya tuan rumah berulang kali membuahkan peluang berbahaya. Namun, penjaga gawang Al Hilal, Mathieu Patouillet, tampil disiplin dan mampu mengamankan sejumlah percobaan tembakan. Lini belakang tim tamu juga menunjukkan koordinasi yang solid sehingga mampu mematahkan serangan bertubi-tubi dari Shabab Al Ahli.
Di sisi lain, Al Hilal tidak tinggal diam. Tim asal Arab Saudi tersebut melancarkan serangan balik cepat yang dipimpin Nasser Al Dawsari dan Rúben Neves. Mohamed Meïté turut menjadi ancaman di lini depan dengan beberapa percobaan penyelesaian akhir.
Meski demikian, peluang yang diciptakan Al Hilal juga gagal berbuah gol. Penjaga gawang Shabab Al Ahli, Hamad Al Meqbaali, tampil sigap dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting. Hingga babak pertama berakhir, papan skor tetap menunjukkan kedudukan 0-0.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan efektivitas serangan. Shabab Al Ahli memasukkan Rikelme, Yahya Al Ghassani, Sultan Adil, serta Breno Cascardo untuk menambah variasi permainan.
Al Hilal juga merespons dengan perubahan komposisi pemain, termasuk memberi kesempatan kepada Malcom, Nasser Al Dawsari, Rúben Neves, serta Mohamed Meïté untuk menjaga tekanan di lini serang. Pergantian tersebut membuat pertandingan semakin terbuka dengan peluang dari kedua sisi.
Selain peluang, pertandingan juga diwarnai sejumlah pelanggaran keras. Wasit mengeluarkan kartu kuning kepada Darwin Núñez dan Nasser Al Dawsari akibat pelanggaran yang dinilai berbahaya. Situasi tersebut mencerminkan ketatnya perebutan bola di lini tengah.
Menjelang akhir pertandingan, kedua tim terus berupaya mencari gol penentu kemenangan. Serangan demi serangan terjadi hingga memasuki masa tambahan waktu. Namun, upaya tersebut belum mampu memecah kebuntuan.
Berdasarkan laporan pertandingan, “laga yang berlangsung di Rashid Stadium, Dubai, ini menghadirkan ketegangan tinggi, namun kedua tim gagal memecah kebuntuan.” Hingga wasit meniup peluit panjang pada menit ke-90+5, skor tetap bertahan 0-0.
Hasil imbang ini membuat Shabab Al Ahli dan Al Hilal masing-masing mengoleksi satu poin tambahan di fase grup AFC Champions League Elite. Tambahan poin tersebut membuat persaingan di klasemen grup semakin ketat menjelang pertandingan berikutnya.
Kedua tim dijadwalkan kembali melanjutkan perjuangan di laga selanjutnya dengan target meraih kemenangan. Evaluasi terhadap penyelesaian akhir diperkirakan menjadi fokus utama setelah kedua tim gagal memanfaatkan peluang pada pertandingan ini.
Pertandingan tanpa gol tersebut menutup rangkaian duel sengit antara dua klub kuat Asia yang menampilkan permainan terbuka dan pertahanan disiplin sepanjang laga. (*)





