Jakarta, Ekoin.co – Como 1907 memastikan tiket semifinal Coppa Italia 2025-2026 setelah menyingkirkan Napoli melalui adu penalti dengan skor 7-6. Pertandingan perempat final tersebut berlangsung di Stadion Diego Armando Maradona, Selasa (10/2/2026) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Laga harus ditentukan lewat babak tos-tosan karena kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit waktu normal. Como sempat memimpin lebih dulu sebelum Napoli menyamakan kedudukan pada awal babak kedua.
Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-39 melalui Martin Baturina. Gelandang muda itu mencetak gol dari titik penalti setelah Como memperoleh hadiah tendangan 12 pas menjelang turun minum. Keunggulan tersebut bertahan hingga jeda.
Napoli merespons cepat setelah babak kedua dimulai. Antonio Vergara mencetak gol penyeimbang pada menit ke-46 sehingga skor berubah menjadi 1-1. Setelah gol tersebut, kedua tim berusaha menambah gol, tetapi tidak ada peluang yang berbuah hasil hingga waktu normal berakhir.
Dengan skor tetap imbang, pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenang. Como menunjukkan ketenangan mental sepanjang fase penentuan tersebut. Dari delapan penendang, hanya Maximo Perrone yang gagal menjalankan tugasnya.
Sebaliknya, dua eksekutor Napoli gagal mencetak gol. Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka tidak mampu mengonversi penalti mereka menjadi gol, sehingga Como unggul 7-6 pada akhir babak adu penalti.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, menjelaskan pendekatan taktik timnya dalam pertandingan tersebut. Ia menilai timnya memulai laga dengan baik sebelum kehilangan ritme setelah babak pertama.
“Babak pertama cukup bagus, lalu setelah itu ada sesuatu yang hilang. Sejak menit pertama kami menyerang ruang dan mengirim pesan yang kuat. Kami memainkan laga yang berbeda dari sisi bertahan,” kata Fabregas seperti dikutip dari Sport Mediaset.
Fabregas juga menjelaskan keputusan taktisnya yang tidak menerapkan pressing tinggi pada laga tersebut. Menurutnya, kondisi tim memengaruhi strategi yang diterapkan di lapangan.
“Kami tidak melakukan pressing tinggi. Saya paham itu sulit tanpa cedera, tetapi kami memainkan pertandingan ini dengan garis lima pemain di akhir karena kami ingin menutup laga dengan cara yang berbeda,” ujarnya.
Menjelang adu penalti, Fabregas memberikan motivasi khusus kepada para pemainnya. Ia menekankan pentingnya kepercayaan diri dan menikmati momen besar tersebut.
“Saya berterima kasih kepada mereka karena membuat saya bisa mengalami momen seperti ini. Saya bilang bahwa banyak orang tidak pernah merasakan hal seperti ini, jadi penting untuk percaya. Saya bilang untuk menikmati menit-menit ini,” ucap pelatih asal Spanyol tersebut.
Fabregas menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim sepanjang musim. Ia mengingatkan bahwa perjalanan Como belum berakhir meskipun telah mencapai fase empat besar.
“Saya berterima kasih kepada mereka atas semua yang mereka berikan setiap hari. Kami harus terus seperti ini, belum ada yang selesai,” katanya.
Keberhasilan menembus semifinal ini menjadi pencapaian penting bagi Como. Klub tersebut mengulang prestasi yang terakhir kali diraih sekitar 40 tahun lalu di kompetisi Coppa Italia.
Pada babak semifinal, Como akan menghadapi Inter Milan. Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi tantangan berat bagi tim asuhan Fabregas.
Meski demikian, Fabregas meminta timnya tetap fokus pada agenda pertandingan berikutnya di Serie A. Como dijadwalkan menghadapi Fiorentina pada Sabtu (14/2/2026).
“Tonggak bersejarah, momen yang indah dan positif. Euforia harus disimpan untuk akhir musim, ini cuma sepuluh menit musik, tetapi kami harus kembali menapak bumi karena kami masih harus bermain hari Sabtu,” tutur Fabregas. (*)





