Jakarta, Ekoin.co – Polda Metro Jaya melaporkan perkembangan positif dalam situasi keamanan selama pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2026.
Dalam kurun sekitar dua minggu operasi berjalan, angka tawuran di wilayah Jakarta dan sekitarnya tercatat menurun cukup tajam dibanding periode sebelumnya.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, menjelaskan bahwa data internal menunjukkan penurunan kejadian bentrokan antar kelompok hampir mencapai setengah dari angka sebelumnya.
Jika pada periode lalu jumlah kasus masih berada di kisaran puluhan besar, kini insiden yang tercatat jauh lebih sedikit.
Menurutnya, hasil tersebut tidak lepas dari strategi pencegahan yang diperkuat. Polisi tidak hanya merespons kejadian di lapangan, tetapi juga aktif menutup jalur distribusi barang-barang yang kerap memicu konflik. Pendekatan ini dinilai efektif meredam potensi bentrokan sebelum benar-benar terjadi.
Di sisi lain, aparat justru menemukan peningkatan signifikan dalam penyitaan berbagai barang berisiko. Selama operasi berlangsung, petugas mengamankan ribuan senjata tajam, minuman keras, hingga obat-obatan yang masuk kategori terlarang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut barang bukti yang disita mencapai ratusan ribu butir obat daftar G, puluhan ribu botol minuman keras, serta ratusan petasan. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sumber pemicu gangguan keamanan masih beredar luas di masyarakat.
Kepolisian menilai langkah pencegahan dini menjadi kunci menjaga stabilitas wilayah. Dengan mempersempit ruang peredaran barang berbahaya, potensi tawuran diharapkan terus menurun sehingga situasi keamanan dapat lebih terkendali.





