Jakarta, Ekoin.co — Gema selawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali malam pertama Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Rabu (18/2/2026).
Ribuan warga dari berbagai sudut ibu kota memadati masjid terbesar di Asia Tenggara itu untuk menunaikan salat Tarawih perdana dengan suasana penuh kekhusyukan.
Sejak menjelang magrib, arus jamaah sudah terlihat mengalir ke kompleks masjid. Banyak di antara mereka datang bersama keluarga, memanfaatkan momentum awal Ramadan untuk beribadah berjamaah.
Ruang utama perlahan terisi, sementara pengelola menerapkan pengaturan saf agar ibadah berjalan tertib — jamaah laki-laki di sisi utara dan perempuan di sisi selatan.
Usai salat Isya berjamaah sekitar pukul 19.40 WIB, suasana berubah semakin hening.
Jamaah larut dalam lantunan ayat suci yang menggema di ruang utama, menciptakan atmosfer spiritual yang kental sambil menanti dimulainya rangkaian Tarawih.
Tepat pukul 20.34 WIB, salat Tarawih dimulai setelah tausyiah singkat dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang hadir langsung di tengah ribuan jamaah.
Pesan yang disampaikan menekankan makna Ramadan sebagai momentum memperkuat kesabaran, kepedulian sosial, dan kedekatan spiritual.
Pengelola masjid menetapkan pelaksanaan Tarawih sebanyak 20 rakaat yang ditutup dengan 3 rakaat Witir. Prosesi dipimpin dua imam secara bergantian imam pertama memandu salat Isya dan delapan rakaat awal, sementara imam kedua melanjutkan hingga Witir.
Meski ribuan jamaah memadati ruangan hingga lantai atas, ibadah berlangsung tertib dan tenang. Gerakan saf terlihat serempak, memperkuat nuansa kebersamaan yang menjadi ciri khas Ramadan di jantung ibu kota.
Bangunan monumental rancangan Friedrich Silaban itu kembali menjadi saksi lautan jamaah yang merayakan datangnya bulan suci dengan penuh harap dan syukur. Kehadiran Menteri Agama sebagai penceramah sekaligus figur sentral ibadah malam itu menambah kekhidmatan suasana.
Tarawih perdana ini menandai dimulainya rangkaian ibadah Ramadan di Istiqlal — sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti warga Jakarta sebagai simbol persatuan, spiritualitas, dan semangat kebersamaan.





