Jakarta, Ekoin.co – Menjelang bulan suci Ramadhan, informasi mengenai bacaan niat puasa kembali disosialisasikan kepada masyarakat Muslim sebagai bagian dari persiapan ibadah wajib tahunan. Sejumlah lembaga keagamaan dan institusi syariah menyampaikan panduan terkait niat puasa harian maupun niat puasa untuk satu bulan penuh, termasuk waktu pelaksanaan serta kedudukannya sebagai rukun puasa.
Panduan tersebut disampaikan oleh berbagai pihak, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Bank Mega Syariah, melalui publikasi edukasi keagamaan yang ditujukan untuk membantu umat Islam memahami tata cara ibadah puasa sesuai ketentuan fikih.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, niat puasa Ramadhan dibedakan menjadi dua bentuk utama, yakni niat puasa harian dan niat puasa satu bulan penuh.
Kedua bentuk niat tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menetapkan kesungguhan hati untuk menjalankan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan.
Niat puasa harian dianjurkan dibaca setiap malam sebelum waktu Subuh. Waktu pembacaan biasanya dilakukan setelah salat Tarawih atau saat sahur. Bacaan niat puasa harian yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala,” yang berarti “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Selain niat harian, sebagian ulama—khususnya dari Mazhab Maliki—menganjurkan pembacaan niat puasa untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan. Niat tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipasi apabila seseorang lupa berniat pada malam-malam berikutnya.
Bacaan niat puasa sebulan penuh berbunyi:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala,” yang berarti “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Dalam penjelasannya, MUI menegaskan bahwa niat merupakan bagian dari rukun puasa yang tidak boleh ditinggalkan. “Niat adalah salah satu rukun puasa yang wajib dilakukan agar ibadah puasa dinilai sah,” demikian penegasan lembaga tersebut dalam materi edukasi keagamaan.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa niat pada dasarnya merupakan kehendak di dalam hati. Pengucapan niat secara lisan bukan menjadi syarat sah, tetapi berfungsi untuk membantu memantapkan niat dalam hati sebelum menjalankan ibadah.
Ketentuan waktu niat juga menjadi perhatian penting. Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Hal ini dikenal dengan istilah tabyit, yakni menetapkan niat sebelum masuk waktu Subuh.
Informasi mengenai niat puasa ini kembali menjadi perhatian publik karena Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami tata cara ibadah secara benar serta dapat menjalankannya sesuai tuntunan syariat.
Selain itu, publikasi panduan ibadah juga sering disertai anjuran untuk memperhatikan jadwal imsakiyah di wilayah masing-masing guna memastikan waktu sahur dan Subuh tidak terlewat.
Dengan meningkatnya akses informasi digital, panduan ibadah puasa kini dapat diakses melalui berbagai platform daring. Hal tersebut memudahkan masyarakat memperoleh rujukan yang relevan dan praktis menjelang Ramadhan.
Penyampaian materi edukasi keagamaan ini diharapkan membantu umat Islam mempersiapkan diri secara spiritual serta memahami aspek dasar ibadah puasa secara menyeluruh.
Seiring mendekatnya Ramadhan, lembaga keagamaan terus mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental, termasuk pemahaman terhadap rukun, syarat, dan tata cara puasa yang benar.
Pemerhati keagamaan menilai penyebaran informasi yang akurat dan mudah dipahami dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah masyarakat selama bulan suci.
Dengan demikian, sosialisasi bacaan niat puasa diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadhan secara sah dan sesuai ketentuan syariat. ()





