IHSG Ditutup Menguat ke 7.302 pada Perdagangan Saham Usai Libur Lebaran
Jakarta, Ekoin.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan saham setelah periode libur Lebaran. Kenaikan tersebut terjadi meskipun pada awal sesi perdagangan indeks sempat bergerak di zona merah. Data penutupan menunjukkan penguatan signifikan yang didorong oleh mayoritas saham yang mengalami kenaikan.
Berdasarkan data perdagangan yang dirilis RTI pada Rabu (25/3/2026), IHSG ditutup pada level 7.302 atau naik 195 poin setara 2,75 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Sementara itu, pada pembukaan perdagangan, indeks sempat berada di posisi 7.048 dan bergerak fluktuatif sebelum akhirnya berbalik menguat hingga penutupan.
Pergerakan intraday menunjukkan IHSG mencapai posisi tertinggi di level 7.302. Adapun level terendah yang sempat disentuh indeks berada di angka 7.057. Kondisi tersebut mencerminkan adanya tekanan di awal perdagangan yang kemudian diikuti oleh aksi beli pelaku pasar hingga mendorong indeks ke zona hijau.
Dari sisi transaksi, nilai perdagangan saham tercatat mencapai Rp25,56 triliun. Volume perdagangan mencapai 38,26 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.128.450 kali. Data tersebut menunjukkan aktivitas pasar yang relatif tinggi pada hari pertama perdagangan setelah libur.
Mayoritas saham bergerak menguat selama sesi perdagangan. Sebanyak 574 saham tercatat mengalami kenaikan harga.
Sebaliknya, 148 saham melemah dan 101 saham lainnya stagnan. Komposisi tersebut menandakan dominasi sentimen positif di pasar saham domestik pada hari tersebut.
Secara periodik, kinerja IHSG menunjukkan hasil yang beragam. Dalam satu minggu terakhir, indeks tercatat melemah sebesar 1,18 persen.
Secara bulanan, IHSG masih berada di zona negatif dengan penurunan sebesar 12,13 persen. Dalam periode enam bulan terakhir, indeks juga tercatat turun sebesar 5,98 persen.
Selain itu, secara year to date atau sejak awal tahun, IHSG masih mengalami koreksi sebesar 15,55 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun terjadi penguatan harian, kinerja indeks secara jangka menengah hingga panjang masih berada dalam tren pelemahan.
Pergerakan IHSG pada perdagangan ini terjadi setelah pasar kembali dibuka usai libur Lebaran. Aktivitas pelaku pasar meningkat seiring kembalinya transaksi normal di Bursa Efek Indonesia.
Kondisi tersebut turut mempengaruhi dinamika pergerakan indeks sepanjang hari.
“Berdasarkan data RTI, Rabu (25/3/2026) IHSG ditutup pada level 7.302 atau naik 195 poin (2,75%),” demikian disebutkan dalam data perdagangan yang dirilis pada akhir sesi.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi penutupan indeks yang menguat dibandingkan hari sebelumnya.
Nilai transaksi yang mencapai puluhan triliun rupiah menunjukkan adanya partisipasi investor dalam jumlah besar.
Aktivitas tersebut terjadi di tengah fluktuasi yang sempat terjadi sejak pembukaan perdagangan. Aksi beli yang meningkat menjelang penutupan turut mengangkat posisi indeks.
Kondisi pasar saham domestik pada hari itu juga dipengaruhi oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang cenderung menguat.
Dominasi saham yang naik dibandingkan yang turun menjadi salah satu faktor pendorong penguatan IHSG secara keseluruhan.
Dengan penutupan di level 7.302, IHSG berhasil mempertahankan momentum positif pada akhir sesi. Penguatan tersebut menjadi respons pasar terhadap kembalinya aktivitas perdagangan setelah masa libur panjang.
Meski demikian, secara jangka lebih panjang, kinerja indeks masih mencatatkan koreksi dibandingkan periode sebelumnya.























Tinggalkan Balasan