EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Balita Dilarang Naik Kereta, Ibu Protes

Balita Dilarang Naik Kereta, Ibu Protes

Balita tak diberi akses naik kereta karena tak punya tiket. Petugas yang melarang ternyata bukan karyawan resmi PT KAI.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
27 Juni 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

MAROS, EKOIN.CO –
Seorang ibu muda asal Kabupaten Pangkep, Sri Ushwa Ningrum, mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka di Stasiun Mandai, Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 22 Juni 2025. Petugas melarang anak balitanya menaiki kereta karena tidak memiliki tiket, meski sang ibu mengaku siap membayar tiket tambahan.

Balita Tak Bisa Naik, Emosi Meledak
Sri dan keluarganya berniat pulang ke Pangkep setelah liburan keluarga. Saat hendak menaiki kereta, petugas melarang putrinya yang masih balita untuk ikut naik. Alasannya, si anak tidak terdaftar dalam sistem pemesanan dan tidak memiliki tiket.

Petugas Sarankan Anak Dititipkan
Sri mengaku mendengar saran dari salah satu petugas agar anaknya dititipkan saja sementara. Ucapan itu memicu ledakan emosi. Sri menolak keras dan menyebut perlakuan petugas sebagai tidak manusiawi.

Cekcok Terekam Warga, Video Viral
Seorang warga merekam perdebatan itu. Dalam video yang beredar luas, Sri terlihat memarahi petugas dan mempertanyakan sikap mereka terhadap penumpang yang membawa balita. Ia menegaskan bahwa balita tidak seharusnya diperlakukan layaknya barang.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Keluarga Gagal Naik Kereta
Karena tidak memperoleh solusi dari petugas dan kereta segera berangkat, keluarga Sri memilih meninggalkan stasiun. Mereka memesan layanan taksi daring dan pulang ke Pangkep dengan perasaan kecewa.

Petugas Bukan Pegawai KAI
Setelah video menyebar, Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKASS) menyatakan bahwa petugas yang berinteraksi dengan Sri bukanlah karyawan PT KAI, melainkan pegawai outsourcing dari PT Angkasa Pura Support (APS).

BPKASS Minta Maaf
Kepala BPKASS, Deby Hospital, menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Sri. Ia menegaskan bahwa pihaknya segera menangani insiden tersebut dan telah meminta klarifikasi dari PT APS.

Investigasi dan Sanksi Akan Diberlakukan
Deby memastikan PT APS akan menjatuhkan sanksi kepada petugas yang bersangkutan. Selain itu, BPKASS juga menuntut evaluasi internal dan pembinaan ulang terhadap seluruh petugas layanan pelanggan.

SOP Tiket Anak Akan Dikaji Ulang
BPKASS kini meninjau ulang kebijakan terkait tiket anak-anak, terutama balita yang sebelumnya dianggap bisa naik gratis jika duduk di pangkuan. Evaluasi ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman serupa.

Harus Ada Edukasi ke Penumpang
Deby mendorong agar masyarakat memahami aturan pembelian tiket, termasuk bagi anak-anak. Menurutnya, sistem boarding harus menyesuaikan kapasitas dan menjamin keselamatan seluruh penumpang.

Respons Publik Beragam
Video yang tersebar menimbulkan beragam tanggapan publik. Ada yang membela Sri karena merasa petugas bertindak tak ramah, namun ada pula yang menyarankan agar masyarakat lebih memahami aturan sebelum naik kereta.

Keluarga Merasa Terintimidasi
Sri menyatakan keluarganya merasa terintimidasi dan tersudut oleh perlakuan petugas. Mereka hanya ingin pulang dengan nyaman, tetapi merasa diperlakukan tidak pantas saat membawa anak kecil.

Tiket Balita Jadi Polemik
Kejadian ini memperlihatkan bahwa sistem tiket untuk balita masih menjadi titik lemah. Banyak orang tua mengira balita bisa naik gratis tanpa registrasi, padahal kereta memiliki sistem boarding yang ketat.

Stasiun Akan Tingkatkan Pelayanan
Setelah insiden tersebut, BPKASS berjanji akan memperkuat sistem layanan pelanggan di seluruh stasiun. Pelatihan ulang terhadap semua petugas akan dilakukan dalam waktu dekat.

Etika Komunikasi Diperbaiki
BPKASS juga mengutamakan peningkatan etika komunikasi. Mereka menekankan pentingnya sikap empatik dan penyampaian solusi yang bijak kepada penumpang, terutama saat situasi sensitif seperti membawa balita.

PT APS Siap Bertanggung Jawab
Manajemen PT APS menyatakan siap bekerja sama dengan BPKASS untuk menyelesaikan persoalan ini. Mereka mengaku telah mengidentifikasi petugas yang terlibat dan sedang menjalani proses pembinaan.

Langkah Konkret Telah Disiapkan
Selain meminta maaf, PT APS telah menyiapkan langkah-langkah korektif. Mereka akan memperbarui standar pelayanan dan memperjelas batas tanggung jawab tiap petugas.

Sri Harap Tidak Ada Korban Serupa
Sri berharap tak ada lagi orang tua yang mengalami kejadian seperti dirinya. Ia meminta agar perusahaan transportasi lebih memperhatikan nasib penumpang kecil seperti anak-anak.

Komunikasi Jadi Kunci Utama
Menurutnya, kesalahpahaman bisa diminimalisir jika petugas lebih mengedepankan komunikasi yang baik. Ia juga berharap perusahaan bisa memberi solusi, bukan sekadar mengusir.

Warga Minta Sistem Diperjelas
Beberapa warga yang menyaksikan insiden di stasiun meminta sistem tiket diperjelas. Mereka mengaku masih bingung soal perlakuan terhadap balita, apakah perlu tiket atau cukup dipangku saja.

BPKASS Evaluasi Bersama Operator
Deby menyebut pihaknya telah menjadwalkan pertemuan evaluasi dengan semua operator yang terlibat. Ia memastikan kebijakan ke depan akan mengutamakan keselamatan dan kemanusiaan.

Dukungan Datang dari Aktivis Anak
Beberapa organisasi pemerhati anak menyoroti kasus ini. Mereka meminta agar perusahaan jasa transportasi lebih ramah terhadap anak-anak dan menyusun pedoman yang menjamin hak mereka.

Balita Tak Boleh Diabaikan
Para aktivis menilai kejadian ini sebagai alarm bahwa sistem transportasi publik perlu peka terhadap kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.

Pemerintah Diminta Turun Tangan
Sejumlah pihak juga meminta Kementerian Perhubungan ikut mengevaluasi aturan tiket anak di layanan kereta api, khususnya yang belum memiliki kursi sendiri.

Media Sosial Jadi Penggerak Perubahan
Viralnya video Sri di media sosial memberi tekanan publik kepada operator. Banyak pengguna internet menyerukan pembenahan total terhadap etika pelayanan di stasiun kereta api.

Konsumen Harus Lebih Proaktif
BPKASS menganjurkan agar konsumen memeriksa kembali ketentuan pembelian tiket sebelum berangkat. Mereka membuka layanan pengaduan 24 jam bagi penumpang yang mengalami kendala.

Kereta Api Sulsel Akan Dibenahi
Proyek perbaikan layanan kini menjadi prioritas utama. BPKASS dan seluruh mitra kerja berkomitmen memperbaiki kualitas perjalanan melalui pelatihan, perbaikan sistem, dan pembaruan regulasi.(*)


Insiden ini mengungkapkan pentingnya penyesuaian regulasi dan komunikasi yang humanis antara petugas dan penumpang. Jika penumpang membawa anak kecil, sistem seharusnya memberi solusi, bukan justru menambah masalah.

Operator layanan publik wajib menyediakan jalur khusus dan panduan jelas terkait penanganan penumpang berkebutuhan khusus, termasuk anak kecil. Komunikasi harus menjadi alat untuk menciptakan kenyamanan, bukan menimbulkan konflik.

Pelatihan petugas harus menyertakan pelajaran tentang empati, pengendalian diri, dan tanggapan positif terhadap komplain. Penumpang yang sudah membeli tiket tentu berhak atas pelayanan yang layak.

Dalam dunia transportasi modern, regulasi memang penting. Namun, penerapan aturan tanpa hati bisa berakibat lebih buruk daripada pelanggaran itu sendiri. Semua pihak harus ingat bahwa penumpang bukan angka, melainkan manusia.

Pemerintah dan operator harus bersinergi untuk menciptakan sistem transportasi yang inklusif. Dengan cara itu, semua lapisan masyarakat—termasuk anak-anak—dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan bermartabat.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: balitaBPKASSetika petugaskereta apiMarospelayanan publikPT APSPT KAISOP boardingSri Ushwatiket anaktransportasi ramah anak
Post Sebelumnya

Raffi Ahmad Jajal Taksi Terbang EHang Tanpa Pilot

Post Selanjutnya

MK Pisahkan Jadwal Pemilu dan Pilkada

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
MK Pisahkan Jadwal Pemilu dan Pilkada

MK Pisahkan Jadwal Pemilu dan Pilkada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.