EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Survei Sun Life: Ketahanan Finansial Gen Z Memprihatinkan

Sumber dok sunlife.com

Survei Sun Life: Ketahanan Finansial Gen Z Memprihatinkan

Hanya 57% Gen Z merasa aman secara finansial, jauh lebih rendah dibanding Baby Boomers yang mencapai 69%, dengan mayoritas enggan mengambil risiko dan tidak mencari nasihat keuangan profesional.

Agus DJ oleh Agus DJ
28 Juni 2025
Kategori BERANDA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Sun Life Asia pada Kamis (27/6/2025) merilis Sun Life Asia Financial Resilience Index edisi kedua bertajuk Balancing today’s needs and tomorrow’s goals. Survei ini mengungkap kondisi ketahanan finansial masyarakat di Asia, termasuk Indonesia, di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

Laporan ini berdasarkan hasil survei terhadap lebih dari 6.000 responden dari enam negara, yakni Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Responden berasal dari berbagai generasi, termasuk Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomers.

Hasil survei menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar generasi dalam hal rasa aman secara finansial. Generasi Z tercatat sebagai kelompok paling rentan secara finansial dengan hanya 57% yang merasa aman, jauh di bawah 69% pada Baby Boomers dan 66% dari Milenial.

Selain merasa tidak aman secara keuangan, Gen Z juga tampak kurang percaya diri dan tidak siap menghadapi masa depan. Sebanyak 59% dari mereka mengaku sebagai investor konservatif, menunjukkan kecenderungan untuk menghindari risiko jangka panjang.

Lebih lanjut, 28% Gen Z mengaku tidak mencari saran keuangan dari siapa pun. Mereka juga tercatat sebagai generasi yang paling banyak menggunakan alat berbasis AI (19%) untuk nasihat keuangan, dibandingkan dengan generasi lain.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

Fokus Jangka Pendek Mengalahkan Perencanaan Jangka Panjang

Menurut David Broom, Chief Client and Distribution Officer Sun Life Asia, “Gen Z memiliki waktu di pihak mereka, tetapi yang kami lihat adalah kekhawatiran, bukan keyakinan. Mereka tumbuh dalam dunia dengan biaya hidup yang terus naik.”

Situasi ini diperparah oleh inflasi tinggi yang berkepanjangan. Sebanyak 92% responden menyatakan terdampak oleh kenaikan harga, dan 44% mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan bulanan.

Kondisi ini mendorong banyak orang untuk lebih fokus pada kebutuhan harian daripada tujuan jangka panjang. Saat ini, 60% responden menjadikan pengelolaan pengeluaran sehari-hari sebagai prioritas utama, naik dari 54% tahun lalu.

Sementara itu, perencanaan pensiun merosot dari posisi kedua menjadi urutan keenam dalam daftar prioritas finansial tahun ini. Hanya 8% responden yang memiliki rencana keuangan untuk lebih dari 10 tahun ke depan.

Sebanyak 54% responden belum memiliki rencana keuangan yang melampaui 12 bulan. Ini mencerminkan kesenjangan besar dalam kemampuan perencanaan keuangan jangka panjang yang bisa membahayakan ketahanan finansial mereka.

Kesenjangan Ketahanan Finansial Makin Melebar

Temuan lainnya menunjukkan perbedaan tajam antara individu dengan ketahanan finansial tinggi dan rendah. Mereka yang tangguh secara finansial cenderung menyisihkan dana darurat (43%) dan pendidikan (39%) sebagai prioritas.

Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki ketahanan finansial memprioritaskan pelunasan utang (42%) dan dana darurat (40%). Hanya 25% dari kelompok ini yakin dapat memenuhi kewajiban jangka pendek mereka.

Sebanyak 83% individu tangguh merasa percaya diri dengan kemampuan keuangan mereka dalam jangka pendek dan 82% optimistis terhadap tujuan jangka panjang. Bahkan, 45% dari mereka menyatakan bisa bertahan lebih dari enam bulan jika terjadi krisis.

Kelompok ini juga lebih aktif mencari nasihat profesional. Sebanyak 40% menggunakan jasa penasihat keuangan dan 49% rajin membaca literasi keuangan. Sementara itu, 45% lainnya berinvestasi untuk imbal hasil yang lebih baik.

“Temuan ini menyoroti jurang yang kian dalam antara mereka yang aktif membangun stabilitas keuangan dan mereka yang terjebak dalam siklus bertahan hidup jangka pendek,” jelas David Broom dalam keterangan resmi yang dikutip dari sunlife.com.

Laporan ini mengungkap tantangan besar yang dihadapi oleh generasi muda, terutama Gen Z, dalam membangun masa depan keuangan yang aman. Dengan kecenderungan fokus pada kebutuhan harian dan minimnya rencana jangka panjang, generasi ini berisiko tertinggal secara finansial.

Perbedaan ketahanan finansial yang mencolok antar individu memperlihatkan pentingnya pendidikan dan literasi keuangan. Mereka yang aktif merencanakan keuangan cenderung memiliki kepercayaan diri dan kemampuan bertahan lebih tinggi dalam kondisi krisis.

Sun Life Asia menegaskan pentingnya kolaborasi antara penyedia solusi keuangan dan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga. Dengan strategi yang tepat, masyarakat diharapkan dapat mengelola kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan masa depan mereka.(*)

Tags: Baby BoomerBaby BoomersBerita ekonomidana daruratFinancial Resilience Indexfokus jangka pendekGen Zgenerasi milenialinflasiinvestasi konservatifkeamanan ekonomiketahanan finansialketimpangan ekonomiliterasi keuangannasihat keuanganpengeluaran bulananperangkat AIperencanaan jangka panjangresesi ekonomiresiliensi ekonomirisiko investasiSun Life Asiasurvei Asiasurvei regional
Post Sebelumnya

Festival Jakasampurna Jadi Ajang Kebersamaan dan Promosi UMKM Lokal

Post Selanjutnya

Lady Gaga Meriahkan Pesta Bezos dan Sanchez di Italia

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Kemenangan 2-0 ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi dua klasemen sementara BRI Super League. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

oleh Danang F Pradhipta
30 Januari 2026
0

​"Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kami tahu main di sini (Tangerang) selalu sulit, tapi hari ini efektivitas penyelesaian akhir...

BSI Maslahat dan IPB Perkuat Akses Pendidikan dan Sarana Keagamaan bagi Mahasiswa. Sumber dok bsimaslahat.or.id

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

oleh Agus DJ
28 Januari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - BSI Maslahat Dukung Pendidikan di Indonesia dengan melakukan kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Institut...

Kehadiran konsep hiburan tradisional di tengah kawasan elite ini memicu perdebatan luas terkait etika ruang publik dan legalitas perizinan usaha di awal tahun 2026. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

PIK 2 Rasa Pantura: Ketika Kawasan Elit Jakarta Utara Tergoda ‘Servis’ Kopi Pangku

oleh Admin EKOIN.CO
23 Januari 2026
0

Di satu sisi, fenomena ini dianggap sebagai keunikan urban, namun di sisi lain, desakan untuk penertiban mulai bermunculan seiring dengan...

Post Selanjutnya
Lady Gaga Meriahkan Pesta Bezos dan Sanchez di Italia

Lady Gaga Meriahkan Pesta Bezos dan Sanchez di Italia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.