EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Alasan Sandiaga Tak Izinkan Anak Ikut LPDP

Alasan Sandiaga Tak Izinkan Anak Ikut LPDP

Sandiaga Uno tidak mengizinkan anaknya ikut beasiswa LPDP. Ia ingin memberi kesempatan itu kepada yang lebih membutuhkan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
30 Juni 2025
Kategori PERISTIWA, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa ia tidak mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal itu ia sampaikan dalam acara peluncuran buku “The Power of Money Detox” di Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Sabtu, 29 Juni 2025.

Dalam acara tersebut, Sandiaga menjelaskan bahwa keputusan itu diambil karena keluarganya sudah cukup mampu secara ekonomi. Menurutnya, beasiswa LPDP seharusnya diberikan kepada mereka yang membutuhkan dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Anak-anak saya tidak saya izinkan ikut LPDP, karena itu adalah dana abadi yang harusnya diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sandiaga Uno dalam keterangannya,

Ia menyampaikan bahwa keluarganya merasa bertanggung jawab secara sosial untuk tidak mengambil jatah dari orang-orang yang betul-betul membutuhkan dana tersebut. Sandiaga juga menegaskan bahwa anak-anaknya akan tetap menempuh pendidikan, tetapi menggunakan biaya pribadi keluarga.

Sikap itu, menurutnya, merupakan bentuk kontribusi kecil dari keluarganya dalam menjaga keadilan dan pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Sandiaga menjelaskan bahwa anaknya yang saat ini sedang menempuh pendidikan, tidak memanfaatkan fasilitas beasiswa dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa keluarganya memilih jalur pembiayaan mandiri.

“Kami sudah dikasih rezeki oleh Allah, jadi kami ingin memberikan kesempatan kepada orang lain,” katanya.

Ia mengaku khawatir apabila beasiswa LPDP dimanfaatkan oleh mereka yang berasal dari keluarga mampu, maka akan mengurangi peluang bagi kalangan yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, keadilan sosial harus ditegakkan, terutama dalam hal akses pendidikan.

Sandiaga juga berharap agar masyarakat yang memiliki kemampuan finansial untuk dapat bersikap sama. Ia menyebut bahwa keadilan dalam pemberian beasiswa dapat menciptakan generasi yang lebih adil dan berdaya saing.

“Kalau yang mampu mengambil jatah beasiswa, yang tidak mampu dapat apa?” tegasnya lagi dalam forum tersebut.

Program beasiswa LPDP merupakan salah satu skema pembiayaan pendidikan tinggi dari pemerintah yang bertujuan memberikan akses bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di dalam dan luar negeri.

Sandiaga mengatakan bahwa dana tersebut merupakan bagian dari keadilan sosial yang perlu dijaga penggunaannya. Karena itu, ia merasa tidak etis jika keluarganya mengambil manfaat dari program tersebut.

Ia menjelaskan bahwa LPDP bersumber dari dana abadi pendidikan yang dikelola oleh negara. Dana ini diperuntukkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya bagi warga yang kurang mampu.

Sandiaga juga mengapresiasi program tersebut karena telah membantu banyak mahasiswa berprestasi di seluruh Indonesia. Ia berharap program ini terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat yang sesuai dengan kriterianya.

Ia mendorong para pengambil kebijakan dan masyarakat luas untuk ikut mengawal agar beasiswa LPDP tepat sasaran.

Dalam pernyataannya, Sandiaga menekankan pentingnya etika sosial dalam pengambilan keputusan, khususnya di bidang pendidikan. Ia mencontohkan bahwa keluarganya memilih untuk tidak mengambil fasilitas negara, walau secara aturan memungkinkan.

Langkah ini, menurutnya, dapat menjadi contoh bagi kalangan menengah ke atas untuk berempati kepada masyarakat kurang mampu. Ia berharap dengan demikian akses pendidikan dapat lebih merata.

“Kalau semua yang mampu ambil beasiswa, yang kurang mampu jadi makin sulit,” katanya lagi. Ia mengajak masyarakat untuk memperhatikan aspek moral dalam penggunaan fasilitas publik.

Ia juga menyampaikan bahwa sikap ini sejalan dengan nilai-nilai keluarga yang selalu diajarkan kepada anak-anaknya.

Menurutnya, membangun karakter dan empati sosial adalah bagian penting dalam membentuk generasi masa depan.

Sandiaga menyampaikan harapannya agar sistem pendidikan Indonesia semakin inklusif dan adil. Salah satu caranya adalah dengan memastikan bahwa fasilitas negara seperti beasiswa benar-benar menyentuh sasaran yang tepat.

Ia mengatakan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Oleh karena itu, akses terhadap pendidikan tinggi harus menjadi prioritas nasional.

Beasiswa LPDP, menurutnya, telah membuka banyak peluang bagi generasi muda Indonesia. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada distribusi yang adil dan transparan.

Ia mendorong pemerintah untuk terus memperbaiki sistem seleksi dan pengawasan beasiswa agar tidak dimanfaatkan oleh kalangan yang tidak tepat.

Sandiaga juga berharap agar lebih banyak tokoh publik memberi contoh dengan tidak mengambil hak masyarakat yang lebih membutuhkan.


Pernyataan Sandiaga Uno tentang larangan terhadap anak-anaknya mengikuti program beasiswa LPDP merupakan cerminan kesadaran sosial dan tanggung jawab moral. Keputusan itu menunjukkan bahwa dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan tidak hanya datang dari kebijakan, tetapi juga dari sikap pribadi para pemimpin dan tokoh masyarakat.

Sikap ini patut diapresiasi karena dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya, terutama yang memiliki kemampuan ekonomi memadai. Keteladanan dari pejabat publik seperti Sandiaga dapat membantu memperkuat kepercayaan publik terhadap program-program sosial pemerintah.

Pendidikan adalah hak semua warga negara, namun dalam realisasinya, distribusi akses masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, langkah-langkah etis seperti yang dicontohkan Sandiaga bisa menjadi solusi mikro terhadap permasalahan makro dalam pemerataan pendidikan.

Ke depan, penting bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan mendukung kebijakan pendidikan yang inklusif dan adil. Dengan dukungan kolektif, pembangunan sumber daya manusia Indonesia bisa berjalan lebih merata.

Dengan memprioritaskan mereka yang benar-benar membutuhkan, Indonesia dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berempati dan bertanggung jawab secara sosial. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: anakbeasiswaekonomiLPDPpendidikanSandiaga Uno
Post Sebelumnya

Memo Titipan Siswa Gegerkan Banten, PKS Tegur Keras Budi Prajogo

Post Selanjutnya

Danantara Larang BUMN dan Anak-Cucu Usaha Rombak Manajemen

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Danantara Larang BUMN dan Anak-Cucu Usaha Rombak Manajemen

Danantara Larang BUMN dan Anak-Cucu Usaha Rombak Manajemen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.