EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Kerja Keras Tapi Gaji Lenyap! Coba Cek 5 Masalah Ini, Anda Punya?

Kerja Keras Tapi Gaji Lenyap! Coba Cek 5 Masalah Ini, Anda Punya?

Lima kebiasaan buruk seperti tidak membuat anggaran, konsumtif, ketergantungan kartu kredit, tidak menabung, dan kurang literasi keuangan menjadi penyebab utama gaji cepat habis meski penghasilan besar.

Ray oleh Ray
1 Juli 2025
Kategori EDUKASI, EKOBIS, KEUANGAN, TIPS
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Gaji menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan modern karena hal itu adalah sumber utama penghasilan bagi sebagian besar orang. Tanpa pengelolaan yang tepat, meskipun jumlah gaji besar, tetap bisa terasa kurang.

Gaji adalah sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gaji juga memberi rasa aman untuk membayar tagihan, dana darurat dan agar tidak bergantung pada bantuan orang lain apalagi berhutang.

Gaji juga bisa jadi alat untuk mencapai tujuan hidup untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga, memberi pendidikan terbaik untuk anak, hingga membantu orang tua atau saudara.

Namun, ada kebiasaan yang sering membuat gaji cepat habis, apa saja?

1. Tidak Membuat Anggaran Bulanan

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Biasakan membuat anggaran bulanan seperti membagi untuk membiayai kebutuhan hidup seperti biaya makan, sewa tempat termasuk listrik, air hingga membayar kebutuhan utama lainya. Tanpa perencanaan, uang keluar tanpa kontrol. Banyak orang tidak tahu ke mana saja uang mereka pergi. Sehingga tak sadar uang sudah habis sebelum waktunya gajian Kembali. Utamakan juga untuk membayar kewajiban seperti hutang.

2. Terlalu Konsumtif

Banyak orang tak menyadari jajan menjadi hal yang dapat menggerus pengeluaran berlebih. Mengiyakan keinginan kecil pun juga mendorong konsumtif berlebih seperti nongkrong di café, beli barang diskon yang terkadang barang tersebut tidak dibutuhkan saat ini.

3. Menggunakan Kartu Kredit atau Paylater

Kebiasaan banyak masyarakat Indonesia adalah memanfaatkan kartu kredit atau paylater untuk berbelanja. Kemudahan ambil barang sekarang dan bayar nanti mendorong tingginya kredit sehingga tak sadar hutang berbunga sudah menumpuk. Alhasil, setiap gajian, dananya hanya habis untuk bayar hutang dan bunganya.

4. Tidak Menabung

Kebiasaan buruk sebagian orang adalah menabung menjadi prioritas terakhir. Sehingga alhasil, dana sudah habis untuk kebutuhan lain, sehingga keinginan menabung pun hilang dan alhasil tidak punya dana darurat.

5. Tidak Paham Literasi Keuangan

Pentingnya mengenal menabung dan investasi sejak dini. Hal ini dapat memicu keinginan untuk menyisihkan uang lebih besar untuk berinvestasi dibandingkan untuk konsumtif. Dimana hasil dari investasi nantinya bisa digunakan untuk membiayai keinginan yang tertunda saat menanti hasil dari investasi.

Tags: anggaran bulanandana daruratFinancial Planning Standards Board Indonesiagajigaya hidup konsumtifinvestasikartu kreditkebiasaan finansialkeuanganliterasi keuanganMenabungnabungpaylaterpengelolaan gajiperencanaan keuanganuang
Post Sebelumnya

Sampai Mei 2025, Produsen Minyak & Gas Setor Rp 84 Triliun ke Negara

Post Selanjutnya

Pengaruh Media Sosial Terhadap Strategi Public Relations (Pr) Di Era Digital

Ray

Ray

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya

Pengaruh Media Sosial Terhadap Strategi Public Relations (Pr) Di Era Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.