Jakarta, EKOIN.CO –Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Jiangsu University of Technology (JUST) dari Tiongkok sepakat menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan dan penelitian. Kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Gedung Pusat UGM, Rabu (2/7).
Jiangsu University of Technology (JUST) merupakan perguruan tinggi terkemuka di Provinsi Jiangsu, Tiongkok, yang dikenal dengan kekuatan akademiknya di bidang teknik, teknologi terapan, dan pendidikan vokasi. Dengan lebih dari 20.000 mahasiswa aktif, JUST memiliki jaringan kerja sama internasional yang luas dan konsisten memperluas pengaruh akademiknya di Asia. Fokus universitas ini pada pengembangan riset terapan dan kerja sama global menjadikannya mitra strategis bagi institusi pendidikan tinggi seperti UGM.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh President JUST, Prof. Dr. DAI Guohong dan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. Acara tersebut berlangsung hangat di ruang Tamu Rektor UGM.
Kerja sama ini membuka peluang pertukaran akademik antara kedua institusi. Nantinya, mahasiswa dan dosen dari kedua universitas akan dapat mengikuti program pertukaran yang memperkuat pemahaman lintas budaya dan ilmu pengetahuan.
Dr. Danang menegaskan, kerja sama dengan JUST menjadi langkah penting dalam memperluas jejaring internasional UGM. Ia juga menyebutkan bahwa Sekolah Vokasi UGM memiliki program studi Bahasa Cina yang potensial untuk kolaborasi lebih lanjut.
Pertukaran Ilmu dan Budaya
“Dengan 18 fakultas dan dua sekolah vokasi, kami memiliki banyak bidang yang bisa dijajaki bersama. Program studi Bahasa Cina di Sekolah Vokasi bisa menjadi jembatan awal,” ujar Danang dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam riset dan pengajaran lintas bidang, seperti teknik dan budaya. Kegiatan seperti kuliah bersama, riset kolaboratif, hingga pertukaran pengajar, dinilai bisa memperkaya perspektif akademik kedua belah pihak.
“Beberapa dosen UGM pun telah beberapa kali berkunjung ke JUST. Ini membuktikan relasi akademik yang sudah terjalin sebelumnya, tinggal kita perkuat secara formal dan sistematis,” imbuhnya.
Sementara itu, Prof. Dr. DAI Guohong menyambut baik kesepakatan tersebut dan menaruh perhatian besar pada potensi Fakultas Teknik, Sekolah Vokasi, dan Fakultas Ilmu Budaya UGM.
“Kerja sama ini diharapkan turut mendukung pengembangan industri dan pendidikan di Indonesia,” ungkap DAI Guohong dalam pertemuan itu.
Rombongan Akademik dan Sinergi Institusi
Rombongan dari JUST juga melibatkan sejumlah pejabat penting dari berbagai fakultas dan sekolah. Di antaranya Prof. Dr. YU Qinmei dari School of International Education dan Prof. Dr. KANG Shaopeng dari School of Mechanical Engineering.
Selain itu, turut hadir Prof. Dr. WANG Bin dari School of Economics dan Prof. Dr. Zhang Lifen dari School of Culture and Tourism. Seluruhnya menyatakan kesiapannya untuk menjalin sinergi dalam berbagai program lintas disiplin.
Dari pihak UGM, hadir pula Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., Dekan Sekolah Vokasi serta Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto dari Fakultas Teknik. Mereka menyambut antusias potensi kerja sama ini.
Turut hadir pula Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D dan Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D sebagai perwakilan dari Fakultas Teknik dan bidang keuangan serta sumber daya manusia UGM.
Kesepakatan kerja sama antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Jiangsu University of Technology (JUST) menjadi tonggak penting dalam penguatan jejaring akademik global. Pertukaran ilmu, budaya, dan riset antara kedua institusi membuka jalan menuju integrasi pendidikan yang lebih inklusif dan kolaboratif.
UGM menunjukkan kesiapan dan keterbukaan terhadap kolaborasi internasional dengan menjadikan potensi lokal seperti program studi Bahasa Cina sebagai pintu masuk kolaborasi yang lebih luas. Ini menjadi sinyal bahwa penguatan pendidikan vokasi dan budaya menjadi prioritas UGM ke depan.
Dengan melibatkan berbagai fakultas dan jajaran akademik dari kedua pihak, kerja sama ini tidak hanya memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman global, namun juga memperkuat posisi UGM sebagai universitas kelas dunia yang relevan dan adaptif terhadap tantangan global.(*)





