Jakarta, EKOIN.CO – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menggelar UGM Trail Run 2025 di kawasan Gelora Hargobinangun, Kaliurang, pada 20-21 September mendatang. Kegiatan ini menargetkan partisipasi 2.000 peserta dari dalam dan luar negeri.
UGM Trail Run tidak sekadar mengusung olahraga dan kesehatan, namun juga membawa misi sosial berupa penggalangan dana beasiswa. Peserta yang mendaftar turut berkontribusi dalam mendukung pendidikan mahasiswa kurang mampu.
“Sebagian dari uang pendaftaran peserta akan kami kumpulkan dan alokasikan sebagai beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu,” ujar Budi, salah satu panitia, saat diwawancara di kampus UGM Yogyakarta.
Menurutnya, dana tersebut akan difokuskan kepada mahasiswa di luar skema pembiayaan reguler, seperti mahasiswa afirmasi yang sedang menyelesaikan tugas akhir namun terkendala biaya.
Panitia menyebut bahwa hasil penggalangan dari UGM Trail Run tidak langsung disalurkan, tetapi digabungkan dengan event lanjutan bertajuk UGM Ultra Charity Run pada Desember mendatang.
Event Charity dan Kepedulian Alumni
UGM Ultra Charity Run melibatkan alumni UGM yang akan menempuh jarak sejauh 76 kilometer sambil menggalang donasi dari masyarakat luas. Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan sejak beberapa tahun terakhir.
Donasi yang terkumpul dari dua kegiatan itu akan diserahkan secara simbolis dalam puncak acara Dies Natalis ke-76 UGM. Penyerahan ini menjadi simbol nyata kepedulian alumni terhadap keberlangsungan pendidikan.
“Donasi tidak hanya dikumpulkan dari peserta lari, tetapi juga dari publik yang ingin berkontribusi. Semangat gotong royong selalu menjadi ciri khas kami,” ungkap Budi.
Panitia berharap kegiatan ini bisa terus mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya akses pendidikan, terutama bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi lemah.
UGM Trail Run juga terbuka bagi pelari pemula maupun profesional, dengan berbagai kategori jarak yang disesuaikan, sehingga dapat menjangkau peserta dari berbagai kalangan.
Persiapan Teknis dan Mitra Profesional
Demi kenyamanan peserta, panitia telah menyiapkan puluhan titik water station dan medical station di sepanjang jalur. Marshal akan berjaga untuk memastikan peserta tidak tersesat atau mengalami kesulitan teknis.
“Sejak awal kami telah berkoordinasi dengan race organizer yang terpercaya dan memiliki rekam jejak tanpa insiden. Hal ini menjadi salah satu kriteria utama dalam memilih mitra kerja,” jelas Budi.
Jalur lintasan akan diberi penanda arah dan marka jalan secara jelas agar peserta tetap berada di jalur yang tepat. Hal ini juga untuk menghindari potensi cedera atau kelelahan ekstrem.
Selain itu, tim kesehatan akan bersiaga selama dua hari penuh, termasuk ambulans dan tenaga medis untuk penanganan darurat di lokasi.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, panitia optimistis event ini akan berjalan aman, tertib, dan membawa dampak sosial yang luas bagi komunitas UGM.
Kesimpulan
UGM Trail Run 2025 menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga, melainkan juga wadah solidaritas pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa yang kesulitan secara ekonomi dapat menerima dukungan konkret dari alumni dan masyarakat umum. Dana yang terkumpul akan disalurkan dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari semangat gotong royong.
Kegiatan ini juga menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kampus dan para alumninya, yang tidak hanya berhenti pada kontribusi akademik, tetapi berlanjut dalam aksi sosial. Melalui UGM Ultra Charity Run, nilai kebersamaan dan kepedulian ditanamkan dalam setiap langkah lari para peserta.
Persiapan teknis yang matang menambah keyakinan bahwa kegiatan ini bukan hanya akan sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi keberlanjutan pendidikan di Indonesia. UGM menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi sarana perubahan sosial yang berarti.(*)





