EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Airlangga Diminta Batalkan Negosiasi Tarif Impor Dengan  Trump

Airlangga Diminta Batalkan Negosiasi Tarif Impor Dengan Trump

Pengamat hukum internasional meminta Menko Airlangga Hartarto membatalkan negosiasi tarif impor dengan AS demi menjaga kedaulatan RI. Trump kenakan tarif 32% mulai 1 Agustus 2025

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
9 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jakarta, EKOIN.CO — Pengamat Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, mendesak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, untuk segera membatalkan negosiasi terkait tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia. Menurutnya, negosiasi tersebut dapat memberikan kesan bahwa Indonesia sedang “mengemis” kepada Presiden AS Donald Trump.

Hikmahanto: Pemerintah Harus Tegas Jaga Kedaulatan

Dalam siaran pers yang dirilis pada Rabu (9/7/2025), Prof. Hikmahanto menyatakan bahwa negosiasi yang dilakukan Menko Airlangga justru bisa melemahkan posisi Indonesia di mata dunia. Ia menekankan bahwa pemerintah seharusnya tidak tunduk terhadap tekanan Presiden Trump, yang memberlakukan tarif impor tinggi bagi sejumlah negara.

“Negosiasi oleh Menko Perekonomian dibatalkan, mengingat hadir tidaknya Menko mulai 1 Agustus akan diberlakukan tarif 32 persen bahkan ada kemungkinan ditambah lagi 10 persen sebagai wujud ancaman Trump terhadap negara-negara tergabung dalam BRICS,” ujar Hikmahanto.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Hikmahanto juga menyoroti bahwa kebijakan tarif impor seperti ini sejatinya akan berdampak langsung terhadap konsumen akhir di AS. Ia meyakini masyarakat AS maupun pasar saham di sana dapat memberikan tekanan balik terhadap kebijakan yang dinilai merugikan tersebut.

“Tarif impor itu justru dibayar oleh warga AS sebagai konsumen akhir,” jelasnya.

Menurutnya, langkah terbaik adalah menunggu hingga kebijakan tersebut resmi diberlakukan pada 1 Agustus 2025. Dengan demikian, Indonesia dapat menilai lebih objektif mengenai arah kebijakan Trump dan reaksi publik di dalam negerinya.

Desakan Indonesia Bangun Koalisi Melawan Tarif Diskriminatif

Lebih lanjut, Hikmahanto mendorong agar Indonesia tidak bergerak sendirian dalam menghadapi kebijakan tarif dari AS. Ia menyarankan pemerintah untuk membentuk koalisi bersama negara-negara yang terkena dampak, terutama negara-negara anggota ASEAN.

“Indonesia sebaiknya menggalang negara-negara yang dikenakan tarif tinggi oleh Trump, terutama ASEAN, untuk melawan kebijakan ini sehingga satu suara untuk melawan. Bukan sebaliknya yang justru mengikuti keinginan Trump dan mengikuti apa yang diminta Trump,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya kesatuan antarnegara yang terdampak agar tidak mudah dipecah belah oleh strategi politik “divide et impera” yang mungkin dilakukan oleh pemerintahan Trump.

“Intinya negara yang dikenakan tarif harus bersatu dan tidak mau untuk diadu domba atau divide et impera oleh Trump,” tegasnya.

Sebelumnya, Trump secara resmi mengumumkan penerapan tarif impor terhadap 14 negara, termasuk Indonesia, dengan besaran mencapai 32 persen. Kebijakan itu akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025.

Pemerintah Indonesia sempat mencoba merespons kebijakan tersebut melalui jalur diplomasi. Negosiasi yang dipimpin oleh Menko Airlangga Hartarto dilakukan untuk mencari jalan tengah dan menurunkan besaran tarif.

Namun, hasil akhir dari negosiasi itu justru diumumkan sendiri oleh Presiden Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, tanpa pernyataan resmi bilateral dari kedua negara.

Pengumuman tersebut mempertegas bahwa Trump tidak membuka ruang kompromi yang adil, dan hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat serta pemangku kebijakan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terbaru atas desakan pembatalan negosiasi oleh Prof. Hikmahanto. Namun, isu ini diyakini akan menjadi perhatian utama dalam waktu dekat mengingat dampaknya terhadap ekspor Indonesia ke pasar AS.

Beberapa pengusaha nasional juga dilaporkan mulai mengkhawatirkan dampak kebijakan tarif tersebut terhadap daya saing produk lokal di pasar Amerika. Produk-produk yang selama ini menjadi andalan ekspor Indonesia ke AS, seperti tekstil, alas kaki, dan elektronik ringan, dikhawatirkan akan mengalami lonjakan harga dan penurunan permintaan.

Langkah penguatan kerja sama ekonomi antarnegara BRICS dan ASEAN menjadi opsi strategis yang mulai dibicarakan sejumlah pihak sebagai alternatif jangka menengah menghadapi dinamika politik dagang AS yang tak menentu.

Dampak jangka panjang dari kebijakan Trump juga diprediksi akan berpengaruh pada neraca perdagangan Indonesia dan stabilitas industri ekspor dalam negeri. Oleh karena itu, pembentukan aliansi dan respons kolektif menjadi sangat penting untuk menjaga kepentingan nasional di tengah tensi global yang meningkat.(*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di :

https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Airlangga Hartartoekspor IndonesiaHikmahanto Juwanakebijakan dagang AStarif impor Trump
Post Sebelumnya

Temuan Kerangka Manusia 7.400 Tahun di Gua Mallawa

Post Selanjutnya

Limbad Sempat Ditahan Imigrasi Saat Umrah, Ini Kronologinya

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Limbad Sempat Ditahan Imigrasi Saat Umrah, Ini Kronologinya

Limbad Sempat Ditahan Imigrasi Saat Umrah, Ini Kronologinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.