Jakarta, EKOIN.CO – PT TASPEN (Persero) kembali menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan TASPENpreneur 2025 bertajuk “Akselerasi UMK Berkelanjutan” digelar di D’Prima Hotel Tangerang.
Acara berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025, dengan dihadiri secara luring oleh 27 peserta dan secara daring oleh 559 peserta. Branch Manager TASPEN Kantor Cabang Tangerang membuka kegiatan yang penuh semangat kolaboratif tersebut.
Program ini menjadi upaya lanjutan dalam membina pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman. Ini merupakan kali kelima TASPEN menyelenggarakan TASPENpreneur sejak program tersebut diperkenalkan.
Hingga kini, tercatat hampir 5.000 pelaku UMK telah mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Kebanyakan peserta sebelumnya belum mengadopsi teknologi digital dalam operasional usaha mereka.
Sebagian besar kendala yang mereka alami mencakup keterbatasan manajemen usaha, pemasaran, hingga pencatatan keuangan yang masih manual.
Berdaya Saing di Era Digital
Acara TASPENpreneur 2025 menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang profesional. Mereka memberikan pelatihan aplikatif kepada para peserta agar dapat segera menerapkan ilmu di bidang usaha masing-masing.
Wirausaha sukses hadir untuk membagikan strategi membangun bisnis dari awal, sementara pembina industri perdagangan membekali peserta dengan pemahaman regulasi dan peluang ekspansi.
Sesi lain menyoroti pentingnya visual dalam brand building yang dipandu oleh fotografer dan pakar identitas merek. Pelatihan digital marketing juga turut digelar secara mendalam dan interaktif.
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi TASPEN dalam mendukung UMK sebagai fondasi ekonomi bangsa.
“Kami percaya bahwa kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi adalah kunci untuk membawa UMK Indonesia naik kelas,” ujar Henra di sela acara.
Menjadi Agen Perubahan Sosial
TASPENpreneur 2025 juga dirancang untuk sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Fokus program ini terletak pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan pemberdayaan SDM yang inovatif dan produktif.
Henra menambahkan bahwa pendekatan pelatihan dan jejaring usaha diyakini mampu menciptakan pelaku UMK yang berdaya saing tinggi dan mandiri.
“Melalui sinergi ini, kami berharap pelaku usaha kecil dapat membuka lapangan kerja baru serta memberikan dampak sosial yang positif di lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Kegiatan ini pun menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan solusi, menciptakan ekosistem usaha kecil yang saling mendukung.
Dengan pendekatan yang menyeluruh, TASPENpreneur 2025 tidak hanya menjadi pelatihan teknis semata, melainkan juga sarana transformasi ekonomi berbasis komunitas.
Program TASPENpreneur 2025 mencerminkan komitmen konkret PT TASPEN dalam membina pelaku UMK di tengah transformasi digital dan tantangan ekonomi. Melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif, peserta dibekali keterampilan praktis dan jaringan usaha yang kuat.
TASPEN tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi semata, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha kecil yang sehat dan berdaya tahan. Keterlibatan langsung para narasumber profesional memperkuat aspek relevansi pelatihan terhadap kebutuhan lapangan.
Kegiatan ini sekaligus menjawab kebutuhan strategis pembangunan nasional yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi pada sumber daya manusia unggul. TASPENpreneur 2025 menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong UMK Indonesia naik kelas dan berkelanjutan.(*)





