EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN DESTINASI
Publikasi Ilmiah Baru Kemenpar Soroti Krisis dan Transformasi

Sumber dok kemenpar.go.id

Publikasi Ilmiah Baru Kemenpar Soroti Krisis dan Transformasi

Kemenpar mempublikasikan tiga karya ilmiah terbaru yang membahas krisis, pemulihan, dan transformasi sektor pariwisata Indonesia sebagai bagian dari penguatan kebijakan berbasis data dan riset multidisiplin tahun 2025.

Agus DJ oleh Agus DJ
13 Juli 2025
Kategori DESTINASI, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempublikasikan tiga karya ilmiah terbaru yang menyoroti tantangan dan transformasi sektor pariwisata Indonesia. Publikasi ini diumumkan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham, pada Minggu (13/7/2025).

Ketiga karya ilmiah tersebut mencakup Tourism Snapshot Volume 1 No. 1 Tahun 2025, Jurnal Kepariwisataan Indonesia (JKI) Volume 19 No. 1 (2025), serta Kajian Kebijakan Bidang Kepariwisataan Volume 1 Tahun 2025. Semua dokumen telah melalui proses penyusunan dan finalisasi.

“Ketiga produk ini telah melalui proses penyusunan dan finalisasi sehingga telah siap untuk dipublikasikan,” ujar Diah, sapaan akrab Martini M. Paham.

Publikasi Tourism Snapshot diterbitkan triwulanan oleh Asisten Deputi Manajemen Strategis, sebagai respons terhadap isu-isu strategis di bidang kepariwisataan. Edisi perdananya mengusung tema “Manajemen Krisis Kepariwisataan”.

Kajian tersebut membahas dinamika pemulihan pariwisata pascapandemi dan berbagai tantangan struktural yang dihadapi industri pariwisata nasional.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Analisis Krisis dan Strategi Adaptif

Menurut Diah, publikasi ini bertujuan sebagai referensi berbasis data dalam pengambilan kebijakan strategis. “Publikasi ini ditujukan untuk menjadi referensi ringkas berbasis data yang mendukung pengambilan kebijakan strategis secara responsif dan antisipatif,” katanya.

Kajian tersebut mencakup enam bahasan utama, seperti Pemulihan Pariwisata Global, Resiliensi Pariwisata Indonesia, hingga Rekomendasi Strategis untuk tahun 2025.

Selain itu, data dalam Tourism Snapshot mencerminkan situasi pariwisata nasional dari indikator seperti kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara, serta tekanan terhadap hotel dan restoran.

Isu geopolitik global, praktik ilegal akomodasi, dan ketimpangan daya beli turut menjadi perhatian utama dalam laporan tersebut.

“Melalui publikasi Tourism Snapshot diharapkan ada instrumen komunikasi kebijakan yang bersifat adaptif, informatif, dan aplikatif,” imbuh Diah.

Kontribusi Jurnal dan Kajian Akademik

Sementara itu, Jurnal Kepariwisataan Indonesia (JKI) edisi terbaru menyajikan beragam artikel ilmiah yang relevan dengan transformasi sektor pariwisata di era digital.

Topik yang dibahas antara lain promosi digital destinasi, strategi keberlanjutan berbasis masyarakat, serta kebijakan investasi pariwisata.

Kontributor jurnal terdiri dari akademisi, peneliti lembaga, dan praktisi yang membawa perspektif multidisiplin pada bahasan jurnal.

“JKI diharapkan menjadi wadah diseminasi pengetahuan ilmiah dan pemikiran strategis yang dapat dimanfaatkan oleh institusi pendidikan, pemangku kebijakan, dan pelaku usaha pariwisata,” ujar Diah.

Jurnal ini juga memperkuat peran Kemenpar dalam membangun kebijakan berbasis riset dan data yang relevan dengan tantangan industri.

Kajian Dampak Penurunan Okupansi Hotel

Pada publikasi terakhir, Kajian Kebijakan Bidang Kepariwisataan menyajikan analisis mendalam mengenai penurunan okupansi hotel di berbagai destinasi utama Indonesia.

Kajian ini disusun bersama enam Politeknik Pariwisata di bawah Kemenpar, sebagai respon terhadap tren efisiensi belanja instansi pemerintah dan perubahan preferensi wisatawan.

Diah menyatakan bahwa kajian ini mengidentifikasi berbagai faktor penyebab serta merekomendasikan kebijakan pemulihan jangka pendek dan menengah.

“Selain mengidentifikasi permasalahan, kajian ini juga menyampaikan rekomendasi kebijakan yang bersifat jangka pendek hingga menengah, termasuk insentif strategis, skema promosi kolaboratif, serta perlunya penyesuaian strategi pemasaran hotel,” jelasnya.

Ia berharap hasil kajian dapat menjadi dasar perumusan intervensi yang tepat dalam meningkatkan kinerja sektor perhotelan secara nasional.

Tiga publikasi ilmiah Kemenpar tahun 2025 ini menjadi tonggak penting dalam penguatan strategi pemulihan sektor pariwisata. Isi kajian menekankan pentingnya pendekatan berbasis data, serta adaptasi terhadap dinamika global dan domestik.

Keterlibatan lintas pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan praktisi, menunjukkan sinergi nyata dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan. Publikasi ini tak hanya menjadi rujukan akademis, tapi juga panduan kebijakan yang relevan.

Dengan mengangkat isu resiliensi, transformasi digital, dan kebijakan adaptif, ketiga publikasi ini diharapkan mampu mendukung pemulihan serta memperkuat daya saing pariwisata nasional di kancah global.(*)

Tags: daya beli masyarakatgeopolitik globaljurnal ilmiahJurnal Kepariwisataan IndonesiaKajian Okupansi Hotelkebijakan pemerintahKemenparokupansi hotelpariwisata Indonesiapemulihan pariwisataPoltekparriset pariwisatastrategi kebijakanTourism Snapshotwisatawan mancanegara
Post Sebelumnya

Wamentan Sudaryono Apresiasi Semangat Petani Jember

Post Selanjutnya

Kaldera Toba Digenjot Raih Green Card UNESCO

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Kaldera Toba Digenjot Raih Green Card UNESCO

Kaldera Toba Digenjot Raih Green Card UNESCO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.