EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Fenomena Mal Sepi di Jabodetabek 2025

Foto: ekonomi.bisnis.com

Fenomena Mal Sepi di Jabodetabek 2025

Ratusan hektar ruang ritel di Jabodetabek kosong. Pergeseran pola belanja jadi penyebab utama mal sepi.

Ibhent oleh Ibhent
13 Juli 2025
Kategori EKOBIS, PROPERTI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Ratusan hektar pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek saat ini terpantau kosong dan tidak terisi. Berdasarkan laporan riset properti dari Colliers Indonesia pada Kuartal II-2025, fenomena ini mengindikasikan tren pelemahan sektor ritel konvensional di tengah pergeseran kebiasaan belanja masyarakat.

Hingga pertengahan tahun ini, Jakarta mencatat tingkat hunian mal hanya 73,4 persen dari total pasokan ruang ritel seluas 4,95 juta meter persegi. Itu berarti sekitar 1,32 juta meter persegi atau setara dengan 131,67 hektar ruang mal dalam keadaan kosong.

Sementara itu, di daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), kondisinya lebih memprihatinkan. Tingkat hunian di kawasan ini hanya 68,3 persen dari total pasokan 3,27 juta meter persegi. Dengan demikian, sekitar 103,6 hektar mal tidak terisi.

Menurut Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, data ini perlu menjadi perhatian bagi pengembang dan pemilik pusat perbelanjaan. “Tidak ada tambahan mal baru hingga akhir 2025, namun tingkat kekosongan sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).

Ketidakterisian Ruang Jadi Sinyal Stagnasi

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Kombinasi luas mal kosong di Jakarta dan Bodetabek menunjukkan lebih dari 230 hektar ruang ritel yang belum terisi. Situasi ini dianggap sebagai sinyal stagnasi sektor properti ritel yang sebelumnya menjadi tulang punggung konsumsi publik.

Hingga kini, pertumbuhan pasokan ritel hanya naik 2 persen dibanding tahun 2024. Tidak adanya mal baru yang akan beroperasi hingga penghujung tahun menunjukkan adanya pembekuan dalam pengembangan infrastruktur ritel.

Fenomena ini tak terlepas dari pergeseran perilaku konsumen. Menurut Ferry, “Masyarakat kini mengunjungi mal bukan sekadar belanja kebutuhan pokok, tapi lebih pada pemenuhan gaya hidup dan hobi.”

Pengunjung lebih tertarik datang untuk mencari pengalaman sosial, hiburan, dan kuliner. Oleh karena itu, tenant-tenant F&B justru menjadi penyumbang utama okupansi mal dalam beberapa tahun terakhir.

“Tenant F&B punya antusiasme tinggi membuka cabang baru. Ini harus dimanfaatkan pemilik mal untuk memperbaiki bauran penyewa,” ungkap Ferry lebih lanjut.

Munculnya Pola Konsumsi Baru dan Solusi Inovatif

Tren ini juga memunculkan desakan bagi pengelola mal untuk menyuguhkan pengalaman yang tidak biasa. Tenant yang hanya menjual produk dianggap kurang menarik bagi generasi konsumen baru yang mengutamakan interaksi dan pengalaman langsung.

Ferry menyarankan agar pemilik mal mencari brand atau tenant yang memiliki kemampuan menarik pengunjung. “Bukan sekadar mengisi ruang, tapi mampu mendatangkan trafik,” jelasnya.

Selain itu, pengembang disarankan tidak membangun mal baru, tetapi fokus pada renovasi atau peremajaan aset yang ada. Langkah ini dianggap lebih sesuai dengan tuntutan pasar yang mulai memilih tempat yang nyaman dan fungsional.

Sejalan dengan itu, tren pusat ritel kecil dengan konsep gaya hidup kini mulai menjamur, khususnya di kawasan Bodetabek. Lokasi ini dinilai lebih dekat dengan komunitas dan sesuai kebutuhan personal.

Konsep open space dan desain tematik lebih menarik bagi konsumen, terutama mereka yang ingin berbelanja sambil bersantai atau berkumpul. Bentuk ini tidak bersaing langsung dengan mal besar, tetapi memberi opsi alternatif yang lebih fleksibel.

Potensi Harapan di Tengah Tantangan

Meski tantangan kekosongan ruang sangat besar, terdapat indikasi positif yang layak diperhatikan. Beberapa brand asing dari kawasan Asia dikabarkan tertarik membuka cabang di mal Jabodetabek.

“Ini bisa jadi harapan untuk mengisi ruang kosong,” ujar Ferry menanggapi potensi tersebut. Dalam jangka pendek, arus investasi dari luar negeri bisa menjadi pendorong revitalisasi pusat belanja di kawasan metropolitan.

Kondisi ini pun bisa membuka peluang kerja baru, menstimulasi ekonomi lokal, dan memperbaiki ekosistem ritel yang sempat terganggu akibat pandemi dan digitalisasi yang masif.

Bagi pengembang, langkah selanjutnya adalah menyusun ulang strategi tenant mix dan memperkuat kerja sama dengan merek yang sesuai dengan arah tren gaya hidup konsumen modern.

Hal ini penting dilakukan untuk menjaga keberlangsungan bisnis properti ritel serta menyeimbangkan antara kepentingan komersial dan kebutuhan masyarakat urban masa kini.

Dalam menghadapi fenomena ini, pengembang sebaiknya mulai meninjau kembali rencana ekspansi dan lebih fokus pada revitalisasi aset yang ada. Mengkaji ulang strategi bisnis serta memperhatikan preferensi konsumen menjadi langkah penting untuk bertahan.

Kolaborasi dengan tenant-tenant potensial, khususnya di sektor kuliner, hiburan, dan gaya hidup, harus dikedepankan. Model bisnis berbasis komunitas juga perlu mulai diterapkan untuk menumbuhkan loyalitas pengunjung.

Pengelola mal juga dapat merancang ruang-ruang yang fleksibel dan adaptif untuk berbagai jenis kegiatan, baik komersial maupun sosial. Pendekatan ini dapat membantu mengisi ruang kosong secara lebih strategis.

Penting pula menjalin kemitraan dengan startup teknologi atau pelaku UMKM yang memiliki konsep kreatif. Langkah ini tak hanya menghidupkan ruang ritel, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

Masyarakat diharapkan mendukung pusat perbelanjaan lokal dengan tetap mengunjungi mal dan memanfaatkan berbagai layanan yang ditawarkan, agar fungsi sosial dan ekonominya tetap terjaga.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Jabodetabekmal kosongpergeseran belanjaproperti riteltenant F&Btren gaya hidup
Post Sebelumnya

11 Kampus Terbaik Raih Penghargaan dari Pertamina

Post Selanjutnya

Kim Jong Un Janji Dukungan Penuh Rusia Melawan Ukraina

Ibhent

Ibhent

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Kim Jong Un Janji Dukungan Penuh Rusia Melawan Ukraina

Kim Jong Un Janji Dukungan Penuh Rusia Melawan Ukraina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.