Jakarta, EKOIN.CO – Mark Zuckerberg, CEO Meta, membantah anggapan bahwa insentif finansial menjadi alasan utama migrasi massal peneliti AI dari perusahaan seperti OpenAI ke perusahaannya. Dalam wawancara eksklusif dengan The Information, Rabu (16/7/2025), Zuckerberg mengungkapkan faktor sebenarnya di balik fenomena ini.
“Para peneliti bilang mereka ingin GPU sebanyak mungkin,” tegas Zuckerberg. “Jadi kami tawarkan, bagaimana kalau tim kecil, akses langsung ke saya, dan kekuatan komputasi tak terbatas?” tambahnya menegaskan pendekatan unik Meta dalam merekrut talenta AI terbaik.
Belakangan ini, Meta memang gencar membangun Lab Superintelligence sebagai pusat pengembangan AGI (Artificial General Intelligence). Fasilitas ini memberikan akses penuh kepada peneliti terhadap infrastruktur komputasi mutakhir, termasuk ribuan unit GPU untuk pelatihan model AI skala besar. “Ini tentang misi besar menciptakan superintelligence, bukan sekadar paket kompensasi,” jelas Zuckerberg.
Laporan dari Bloomberg Intelligence menyebutkan, dalam tiga bulan terakhir setidaknya 15 peneliti senior dari OpenAI, Google DeepMind, dan Apple telah bergabung dengan Meta. Meski beredar kabar tentang tawaran gaji mencapai ratusan juta dolar, Zuckerberg dengan tegas membantahnya. “Haha, itu sebagian besar tidak benar,” ujarnya sambil tertawa.
Struktur organisasi yang lebih fleksibel di Meta juga menjadi daya tarik tersendiri. Para peneliti diberi kebebasan bereksperimen dalam tim kecil dan memiliki jalur komunikasi langsung dengan jajaran eksekutif, termasuk Zuckerberg sendiri. “Kami memberikan ruang untuk berinovasi tanpa birokrasi berlebihan,” papar CEO Meta tersebut.





