EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Negara-Negara Dunia Kini Tolak Warga Israel  Israel Dilarang Masuk, Negara Ini Beri Contoh

Negara-Negara Dunia Kini Tolak Warga Israel Israel Dilarang Masuk, Negara Ini Beri Contoh

Maldives melarang masuk pemegang paspor Israel. Keputusan ini sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
18 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Male ,EKOIN.CO – Larangan terhadap warga Israel yang ingin bepergian ke luar negeri terus bertambah seiring meningkatnya kecaman internasional terhadap tindakan militer negara itu di Jalur Gaza. Pemerintah Maldives secara resmi mengumumkan pelarangan masuk bagi pemegang paspor Israel, sebagai respons atas agresi yang dianggap melanggar hak asasi manusia.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Larangan ini diumumkan pada Minggu, 2 Juni 2024, oleh Presiden Maldives Mohamed Muizzu. Kebijakan tersebut merupakan bentuk solidaritas pemerintah dan masyarakat Maldives terhadap rakyat Palestina. Pemerintah juga membentuk komite khusus untuk mengawasi pelaksanaannya.

Kebijakan itu dipandang sebagai langkah tegas dari negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut dalam mendukung perjuangan Palestina. Tahun lalu, hampir 11.000 wisatawan asal Israel tercatat mengunjungi Maldives, menjadikan negara ini sebagai salah satu destinasi favorit bagi mereka.

Langkah Maldives menjadi perhatian dunia internasional karena menunjukkan bahwa protes terhadap tindakan Israel kini beralih dari sekadar kecaman verbal ke kebijakan nyata. Muizzu juga menyerukan negara lain agar mengambil langkah serupa.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Gelombang Boikot terhadap Israel Meluas

Tak hanya Maldives, beberapa negara lain juga menunjukkan sikap yang sama. Seperti dikutip dari berbagai media internasional, Aljazair, Iran, dan Pakistan telah lebih dulu tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Meskipun alasan dan implementasinya berbeda, semuanya memiliki latar belakang yang sama: agresi Israel terhadap Palestina.

Di Asia, Malaysia dan Indonesia menjadi dua negara besar yang sejak lama konsisten menolak hubungan diplomatik dengan Israel. Dalam beberapa pernyataan resmi, kedua negara mengecam keras serangan Israel ke Gaza dan menyerukan agar komunitas internasional bertindak tegas.

Sementara itu, Bolivia menjadi negara di Amerika Latin pertama yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada akhir 2023, setelah meningkatnya serangan ke Gaza. Pemerintah Bolivia menilai bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.

Negara-negara di Afrika seperti Afrika Selatan juga tidak tinggal diam. Pemerintah setempat secara terbuka mengecam Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) dan menyeretnya ke meja hukum atas tuduhan pelanggaran berat HAM.

Aksi serupa juga terjadi di tingkat masyarakat. Di Eropa, sejumlah kota besar menggelar demonstrasi besar-besaran yang menuntut pemutusan hubungan dagang dan militer dengan Israel. Seruan ini turut memengaruhi opini publik dan mendorong kebijakan luar negeri negara-negara tersebut.

Bentuk Dukungan Global terhadap Palestina

Selain pelarangan masuk, berbagai bentuk solidaritas terhadap Palestina juga meningkat secara signifikan. Banyak lembaga internasional dan organisasi kemanusiaan menggalang dana serta mengirim bantuan ke Gaza, meski akses distribusi masih kerap diblokir oleh militer Israel.

Menurut Amnesty International, tindakan Israel selama operasi militer di Gaza telah menewaskan lebih dari 35.000 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Organisasi ini menyebut Israel telah melanggar hukum internasional secara sistematis.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia turut menyerukan investigasi atas kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel. Seruan ini semakin memperkuat dasar hukum internasional bagi negara-negara yang melarang warga Israel masuk wilayah mereka.

Di bidang akademik dan budaya, sejumlah universitas dan institusi di Barat memutuskan kerja sama dengan lembaga Israel. Beberapa selebritas dan tokoh masyarakat dunia juga ikut bersuara, mengajak publik untuk memboikot produk yang terafiliasi dengan Israel.

Lembaga-lembaga sosial di Timur Tengah dan Afrika Utara bahkan membuat daftar produk dan perusahaan yang mendukung Israel. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau menggunakan barang dari daftar tersebut, sebagai bentuk tekanan ekonomi.

Pemerintah Palestina menyambut baik gerakan internasional tersebut. Dalam pernyataannya, Presiden Mahmoud Abbas mengucapkan terima kasih atas solidaritas dunia dan menegaskan bahwa perjuangan mereka belum berakhir.

Gerakan ini memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya datang dari negara-negara mayoritas Muslim, tetapi juga dari berbagai belahan dunia, termasuk di negara-negara Barat.

Israel sendiri menyatakan kekecewaan atas langkah-langkah tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan diskriminatif. Kementerian Luar Negeri Israel menuding keputusan negara-negara tersebut sebagai bentuk anti-Semitisme yang terselubung.

Meski demikian, tekanan terhadap Israel terus meningkat. Komite HAM PBB menjadwalkan pertemuan khusus untuk membahas laporan kekerasan terbaru yang terjadi di Gaza serta sanksi yang bisa dijatuhkan kepada Israel.

Langkah-langkah tersebut menandakan bahwa dunia tidak lagi menutup mata terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Seruan untuk gencatan senjata dan penghentian kekerasan semakin menguat dalam berbagai forum internasional.

Seiring bertambahnya jumlah negara yang mengambil tindakan nyata terhadap Israel, situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah juga ikut berubah. Diplomasi kini menjadi alat utama dalam menekan Israel agar menghentikan kekerasan.

Dari sisi ekonomi, sejumlah pakar memprediksi larangan masuk dan boikot akan memberikan dampak signifikan terhadap pariwisata dan perdagangan Israel, terutama dari negara-negara yang selama ini menjadi mitra wisata dan ekspor utama.

pelarangan masuk bagi warga Israel merupakan refleksi dari kemarahan global terhadap agresi militer di Gaza. Tindakan tersebut menunjukkan adanya pergeseran pendekatan dari protes verbal menjadi tindakan konkret dalam bentuk kebijakan luar negeri.

Langkah Maldives menjadi simbol bahwa bahkan negara kecil pun dapat mengambil sikap tegas dalam isu kemanusiaan global. Ini juga menunjukkan bahwa kekuatan moral bisa mengalahkan kekuatan militer melalui diplomasi dan solidaritas.

Penolakan terhadap warga Israel di beberapa negara bisa menjadi momentum baru untuk memperkuat tekanan terhadap pemerintah Israel agar menghentikan serangan di Gaza dan mematuhi hukum internasional.

Solidaritas dunia terhadap Palestina bukan hanya aksi emosional, tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan dan hak asasi manusia universal yang diakui oleh komunitas global.

Jika negara-negara lain mengikuti langkah Maldives, maka tekanan terhadap Israel akan semakin kuat, dan peluang untuk tercapainya perdamaian bisa terbuka lebih luas. (*)


 

Tags: GazaIsraellaranganMaldivesPalestinasolidaritas
Post Sebelumnya

Panglima TNI Ajak Capaja Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Nilai Pancasila

Post Selanjutnya

Demo Besar Besaran Guncang Amerika Tolak Kebijakan Trump

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Demo Besar Besaran Guncang Amerika Tolak Kebijakan Trump

Demo Besar Besaran Guncang Amerika Tolak Kebijakan Trump

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.